Panen dan Tanam Tebu Serentak di Malang, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Percepat Swasembada Gula

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Andri dan Bupati Malang melaksanakan panen dan tanam tebu serentak Program Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas tebu untuk mendukung swasembada gula nasional. (Istimewa)

INVESTORJATIM.COM — Upaya meningkatkan produktivitas tebu nasional dan mempercepat pencapaian swasembada gula terus diperkuat melalui kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu yang digelar di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN gula, dan petani dalam mendorong peningkatan produktivitas lahan tebu secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri.

Program bongkar ratoon menjadi salah satu strategi utama dalam pengembangan budidaya tebu nasional. Melalui peremajaan tanaman tebu yang mengalami penurunan produktivitas, program ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, kualitas bahan baku, serta efisiensi usaha tani. Langkah tersebut juga didukung penggunaan bibit unggul dan penerapan praktik budidaya yang lebih modern guna meningkatkan daya saing industri gula nasional.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra produksi gula terbesar di Indonesia. Karena itu, peningkatan produktivitas tebu dinilai harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan guna mendukung target swasembada gula nasional.

Baca Juga:  Bapanas Pastikan Harga Pangan di Jatim Tetap Stabil Selama Ramadan 2026

“Jawa Timur merupakan salah satu tulang punggung produksi gula nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tebu harus terus menjadi perhatian bersama. Program bongkar ratoon yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan nasional melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik,” ujar Khofifah, dalam keterangannya, Kamis, 18/6/2026.

Dia berharap kolaborasi antara pemerintah, PT SGN, dan petani dapat semakin mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

Pada kesempatan yang sama, Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa keberhasilan program bongkar ratoon membutuhkan kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari Holding BUMN Pangan PTPN Group, PT SGN terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan petani, hingga penerapan mekanisasi pertanian.

“Panen dan tanam tebu serentak ini merupakan bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi fondasi utama untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing,” kata Kuntoro.

Baca Juga:  Surabaya Diusulkan Jadi Lokasi Munas XVIII HIPMI 2026

Menurutnya, program bongkar ratoon diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tebu sekaligus mendukung keberlanjutan industri gula nasional di tengah meningkatnya kebutuhan gula dalam negeri.

Melalui pelaksanaan panen dan tanam tebu serentak tersebut, semangat transformasi sektor pergulaan nasional diharapkan terus terjaga. Program bongkar ratoon tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta mewujudkan industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. (Onny)

Komentar