BPS Kota Batu Kerahkan 183 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Data UMKM hingga Pariwisata Jadi Fokus Pendataan

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu resmi menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan deklarasi dan pelepasan petugas sensus oleh Wali Kota Batu, Nurochman, di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani

Sebanyak 183 petugas sensus diberangkatkan untuk melakukan pendataan ekonomi di seluruh wilayah Kota Batu. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta berbagai mitra terkait.

Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi ketujuh yang dilaksanakan di Indonesia dan digelar setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh, sehingga dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangannya awal pekan ini.

Herlina menjelaskan, seluruh petugas yang diterjunkan telah melalui proses rekrutmen, seleksi, dan pelatihan. Pendataan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan metode door to door menggunakan teknologi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis Android.

Melalui metode tersebut, petugas akan mendata rumah tangga, bangunan, serta berbagai unit usaha yang tersebar di Kota Batu. Penggunaan sistem digital diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pengumpulan data.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan pembacaan Deklarasi Sensus Ekonomi 2026, penyerahan rompi dan tanda pengenal petugas, serta penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petugas sensus.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan keberhasilan pelaksanaan sensus sangat ditentukan oleh kualitas data yang berhasil dihimpun. Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan strategi pengembangan ekonomi daerah.

“Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Nurochman juga mengimbau para petugas untuk mengedepankan pendekatan yang ramah, santun, dan komunikatif saat melakukan pendataan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sehingga informasi yang diperoleh lebih terbuka dan sesuai kondisi sebenarnya.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap berbagai potensi ekonomi Kota Batu, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi digital, hingga sektor jasa lainnya dapat dipetakan secara komprehensif.

Hasil pendataan nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih terarah guna memperkuat daya saing ekonomi daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Batu.

BPS Kota Batu juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima kedatangan petugas serta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur demi terwujudnya data berkualitas untuk pembangunan Kota Batu yang lebih maju. (Red/Pemkot Batu)

Komentar