
INVESTORJATIM.COM — Industri perhotelan tidak hanya dituntut menghadirkan layanan terbaik bagi tamu, tetapi juga berperan dalam mendukung ketertiban administrasi dan pengawasan keimigrasian. Komitmen tersebut berhasil ditunjukkan The Southern Hotel Surabaya melalui raihan penghargaan sebagai Penyelenggara Akomodasi Paling Aktif dalam Pelaporan Orang Asing melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) Tahun 2026 dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi hotel dalam menjalankan kewajiban pelaporan tamu warga negara asing secara tertib, akurat, dan berkelanjutan. Capaian ini sekaligus menempatkan The Southern Hotel Surabaya sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung pengawasan keimigrasian di sektor perhotelan.
General Manager The Southern Hotel Surabaya, Kencana Herdianto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh tim dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas pelayanan kepada tamu.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar The Southern Hotel Surabaya. Menjadi yang paling aktif dalam pelaporan orang asing melalui APOA menunjukkan bahwa kami tidak hanya fokus pada operasional bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah dan menjaga ketertiban administrasi keimigrasian,” ujarnya dalam keterangannya pekan ini.
Menurut Kencana, kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dan reputasi industri perhotelan. Namun, di saat yang sama, hotel juga terus berupaya meningkatkan pengalaman menginap bagi para tamu, termasuk wisatawan mancanegara yang jumlahnya terus meningkat.
Seiring bertambahnya kunjungan wisatawan internasional, khususnya dari Republik Rakyat Tiongkok, The Southern Hotel Surabaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan bahasa asing, termasuk Bahasa Mandarin. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi sekaligus memastikan kebutuhan tamu dapat dipahami dan dilayani secara optimal.
Kencana menilai kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri perhotelan, terutama di tengah semakin ketatnya persaingan sektor pariwisata dan hospitality.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam pelayanan operasional sehari-hari. Salah satu contohnya terjadi ketika seorang tamu asing kehilangan telepon genggam setelah meninggalkan area hotel. Tim hotel melakukan koordinasi secara intensif dengan memanfaatkan teknologi dan berbagai platform digital untuk membantu proses pelacakan hingga perangkat tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.
Front Office Duty Manager The Southern Hotel Surabaya, Mellyon Dwi Susanti, mengatakan pelayanan kepada tamu tidak berhenti ketika proses check-out selesai dilakukan.
“Kami berupaya memahami kebutuhan setiap tamu dengan memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan kemampuan komunikasi tim, termasuk pembelajaran Bahasa Mandarin karena tingginya volume tamu dari Tiongkok,” kata Mellyon.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan respons cepat terhadap kebutuhan tamu menjadi bagian dari standar pelayanan yang terus dikembangkan oleh manajemen hotel.
Raihan penghargaan APOA 2026 tersebut memperkuat posisi The Southern Hotel Surabaya sebagai pelaku industri perhotelan yang tidak hanya mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan. Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan internasional, sinergi antara kepatuhan administrasi, kompetensi sumber daya manusia, dan pelayanan pelanggan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing bisnis hotel di masa depan. (Onny)








Komentar