
yang kolaboratif dan adaptif di tengah perkembangan teknologi AI yang kian pesat, pada forum National Cybersecurity Connect 2025. (Istimewa)
SURABAYA, INVESTORJATIM – Penyedia identitas digital dan pencegahan penipuan VIDA menegaskan komitmennya memperkuat keamanan serta kepercayaan digital nasional, di tengah pesatnya digitalisasi layanan publik, termasuk sektor kesehatan.
Dalam ajang National Cybersecurity Connect 2025, Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur menyoroti pentingnya kolaborasi antara regulator, industri, dan penyedia teknologi untuk membangun sistem keamanan siber yang adaptif di era kecerdasan buatan (AI).
“Teknologi AI mampu menciptakan ‘realitas palsu’ yang sulit dibedakan. Karena itu, identitas digital terverifikasi menjadi fondasi kepercayaan baru. VIDA hadir dengan pendekatan trust by design, memastikan setiap interaksi digital aman dari ancaman AI,” ujar Niki, Rabu (12/11/2025)
Menurut data WHO (2023), lebih dari 60% negara telah memasukkan strategi digitalisasi kesehatan dalam kebijakan nasional. Di Indonesia, integrasi data pasien real-time tengah dikembangkan, namun peningkatan konektivitas juga memunculkan risiko penyalahgunaan data pribadi.
Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2024 mencatat kerugian akibat penipuan berbasis sosial dan OTP mencapai lebih dari Rp2,5 triliun. Sementara VIDA Fraud Intelligence Report 2025 menunjukkan 97% organisasi di Indonesia pernah menjadi target social engineering.
Di tengah meningkatnya kasus AI-powered phishing, mekanisme keamanan lama seperti OTP dinilai semakin rentan. VIDA mencatat kemunculan bentuk kejahatan baru, yaitu generative fraud, ketika teknologi AI digunakan untuk membuat identitas atau dokumen palsu seperti deepfake. Kasus deepfake di Asia Pasifik meningkat hingga 1.550% dalam dua tahun terakhir dengan modus voice cloning dan video impersonation.
Chief Operating Officer VIDA Victor Indajang menegaskan, tanda tangan digital kini berperan lebih luas sebagai infrastruktur kepercayaan lintas industri, bukan sekadar alat kepatuhan.
“Di sektor kesehatan, tanda tangan digital menjamin keaslian identitas, otorisasi, dan audit trail — mulai dari pendaftaran pasien hingga persetujuan tindakan medis atau klaim asuransi,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Taufik, SVP Product and Certificate Authority VIDA, menambahkan bahwa VIDA telah mengembangkan solusi Deepfake Shield dan Fraud Scanner untuk mendeteksi manipulasi visual dan audio berbasis AI serta melindungi lembaga keuangan dan kesehatan dari ancaman baru tersebut.
VIDA juga aktif bekerja sama dengan Kominfo, OJK, Bank Indonesia, serta pelaku industri perbankan, fintech, dan kesehatan untuk membangun Digital Trust Layer — kerangka kerja kepercayaan digital nasional yang memastikan pertukaran data antar sistem berjalan aman dan terverifikasi.(ONNY ASMARA)









Komentar