INVESTORJATIM.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,09 juta pada Maret 2026. Angka tersebut mencerminkan tren pemulihan sektor pariwisata yang terus berlanjut, meski dibayangi faktor musiman.
Dari total tersebut, sebanyak 930.497 kunjungan tercatat melalui 19 pintu masuk utama, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sementara itu, 157.669 kunjungan lainnya berasal dari 11 pintu perbatasan darat dan laut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, secara bulanan jumlah kunjungan wisman turun 6,17% dibandingkan Februari 2026. Namun, secara tahunan masih tumbuh 10,50% dibandingkan Maret 2025.
“Secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,09 juta, turun secara bulanan, tetapi secara tahunan meningkat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Secara kumulatif, kunjungan wisman sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan atau meningkat 8,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak 2020.
Dari sisi asal negara, wisman asal Malaysia mendominasi dengan kontribusi 17,14% atau sekitar 186.000 kunjungan, disusul Australia sebesar 12,01% dan Singapura 9,45%. Meski demikian, kunjungan dari Malaysia dan Singapura mengalami penurunan secara bulanan akibat faktor musiman seperti Ramadan, Idulfitri, serta berakhirnya libur Imlek.
Sebaliknya, kunjungan wisatawan asal Australia melonjak 21,67% secara bulanan, didorong pembukaan rute penerbangan langsung ke Bali pada akhir Maret 2026. Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap menjadi pintu masuk utama bagi turis asal Negeri Kanguru tersebut.
Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisman pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$1.345,61 per kunjungan, dengan porsi terbesar untuk akomodasi, makanan dan minuman, serta belanja. Adapun rata-rata lama tinggal meningkat menjadi 10,83 hari, dari 10,2 hari pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menunjukkan lonjakan signifikan. Pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta perjalanan atau naik 38,63% secara bulanan dan melonjak 42,10% secara tahunan.
Ateng menjelaskan, lonjakan tersebut dipicu momentum long weekend, libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, serta kebijakan flexible working arrangement (FWA) yang mendorong mobilitas masyarakat.
Secara kumulatif, perjalanan wisnus pada Januari–Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan atau meningkat 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara triwulanan, angka ini juga tumbuh 7,07% dibandingkan triwulan IV-2025.
Dari sisi wilayah, peningkatan perjalanan wisnus tertinggi secara triwulanan terjadi di Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Sementara secara tahunan, pertumbuhan tertinggi tercatat di Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Sumatera Utara.
Adapun jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri (wisnas) pada Maret 2026 tercatat sebanyak 793.000 perjalanan. Angka ini meningkat 13,14% secara bulanan dan melonjak 36,26% dibandingkan Maret 2025.
Secara kumulatif, perjalanan wisnas sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 2,50 juta perjalanan atau tumbuh 7,27% secara tahunan.
“Peningkatan ini menunjukkan tren mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri yang terus menguat seiring pemulihan sektor pariwisata,” tutup Ateng. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Perusahaan yang bersiap melantai di bursa lewat penawaran umum perdana saham (IPO) tak…
INVESTORJATIM.COM - PT Pertamina (Persero) tercatat belum melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM)…
INVESTORJATIM.COM - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi menegaskan bahwa ketahanan ekonomi…
INVESTORJATIM.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmen keselamatan perjalanan kereta api dengan…
INVESTORJATIM.COM – Emiten properti dan pengelola pusat perbelanjaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja…
INVESTORJATIM.COM - Lonjakan drastis jumlah jemaah haji di Masjidil Haram mulai berdampak pada biaya layanan…