Categories: Indeks

Tembus 7,27 Miliar Dollar AS, Ekspor Garmen Indonesia Bidik Pasar BRICS+

Government Relations & Sustainability PT Pan Brothers Tbk, Rizal Tanzil Rakhman.

INVESTORJATIM.COM – Indonesia punya modal besar untuk menjadi pusat manufaktur garmen utama bagi pasar BRICS+ dan Asia.

Hal itu disampaikan Government Relations & Sustainability PT Pan Brothers Tbk, Rizal Tanzil Rakhman, usai berpartisipasi dalam BRICS+ Fashion Summit di Moskow, Rusia, Minggu (12/10/2026).

Menurut Rizal, Indonesia saat ini sudah masuk 10 besar eksportir garmen jadi dunia. Data Kementerian Perindustrian yang mengacu BPS mencatat, ekspor pakaian jadi Indonesia mencapai 7,27 miliar dollar AS pada 2025, naik dari 7,08 miliar dollar AS pada 2024 atau tumbuh 2,7 persen.

“Amerika Serikat masih jadi pasar utama, bersama Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Tapi penguatan hubungan dagang dengan negara-negara BRICS+ yang ekonominya tumbuh pesat membuka peluang baru untuk perluasan pasar,” ujar Rizal.

Ia menilai, Indonesia punya tenaga kerja manufaktur berpengalaman, rantai pasok ekspor yang sudah terbentuk, kemampuan produksi kompetitif, dan komitmen kuat ke manufaktur berkelanjutan.

“Untuk memaksimalkan potensi ini, kita perlu terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi logistik, memperkuat rantai pasok dari hulu, mempercepat adopsi teknologi, serta menciptakan iklim investasi dan perdagangan yang lebih pasti,” katanya.

BRICS+ Fashion Summit sendiri merupakan forum bisnis internasional yang mempertemukan pelaku industri mode dari negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat. Digelar di Moskow, forum ini dihadiri pemimpin bisnis, investor, dan produsen dari lebih 60 negara.

Kemampuan Indonesia menopang rantai pasok global skala besar tercermin dari PT Pan Brothers Tbk. Berdiri sejak 1980, perusahaan ini mengoperasikan 8 fasilitas di Pulau Jawa dengan lebih dari 22.600 tenaga kerja dan kapasitas 111 juta potong pakaian per tahun. Kliennya adalah merek global seperti Adidas, Uniqlo, The North Face, Arc’teryx, hingga lululemon.

Di forum tersebut, Rizal memaparkan strategi Pan Brothers menggabungkan restrukturisasi keuangan dengan investasi operasional, mulai dari otomatisasi dan digitalisasi, efisiensi dan energi terbarukan, hingga teknologi penelusuran bahan baku.

“Pelanggan internasional kini tidak hanya menuntut kualitas, harga, dan kecepatan yang kompetitif, tapi juga kemajuan terukur dalam pengurangan emisi karbon, ekonomi sirkular, dan transparansi. Jadi teknologi dan keberlanjutan bukan lagi investasi terpisah, tapi satu strategi untuk memperkuat daya saing,” jelasnya.

Salah satu inisiatifnya adalah program daur ulang closed-loop, memanfaatkan sisa kain dari proses pemotongan untuk seragam karyawan.

“Program ini telah menghasilkan seragam daur ulang bagi sekitar 23.000 karyawan yang diganti setiap 1-2 tahun. Ini menunjukkan limbah produksi bisa dimanfaatkan kembali dalam skala besar dan prinsip ekonomi sirkular bisa diterapkan sehari-hari,” tambah Rizal.

Soal digitalisasi, forum juga menyoroti dampak teknologi. Perwakilan International Apparel Federation, Cem Altan, menyebut digitalisasi dan AI telah memangkas waktu pengadaan dari 6 bulan menjadi 1 bulan, bahkan 2 minggu. Namun perlu diimbangi pelatihan tenaga kerja.

CEO Body Media International Pakistan, Mubashar Naseer Butt, menilai AI meningkatkan kualitas sekaligus menekan biaya, sehingga efisiensi bisa dipakai untuk menaikkan upah dan memperbaiki kondisi kerja.

Sementara pendiri Solstudio Textile Group Rusia, Aleksandra Kaloshina, memperkenalkan platform Print-a-Porter yang memungkinkan desainer memesan kain motif khusus mulai 50 sentimeter untuk uji coba sebelum produksi besar.

Rizal menilai partisipasi di Summit ini bukan sekadar pertemuan, tapi jembatan kolaborasi.

“Saya melihat Summit ini sebagai jembatan potensial yang menghubungkan ekosistem industri mode yang sedang berkembang. Nilai jangka panjangnya akan ditentukan oleh kemampuan kita mengubah pertemuan menjadi kolaborasi konkret, peluang bisnis, kemitraan teknologi, serta peningkatan eksposur internasional,” tutupnya. (onny)

 

REDAKSI

Recent Posts

Permata Bank Ajak Nasabah Lihat Kekayaan Secara Holistik di Wealth Wisdom 2026 Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Kekayaan tak melulu soal seberapa besar aset yang dimiliki. Lebih dari itu, soal…

16 jam ago

Kisah Romantis Pasutri Wisuda Doktor Bareng di ITS Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Momen Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Sabtu (10/10/2026) terasa istimewa.…

1 hari ago

Tiga Inovasi PLN Nusantara Power Sabet Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

INVESTORJATIM.COM – Inovasi energi bersih Indonesia kembali diakui di level regional. PLN Nusantara Power (PLN…

1 hari ago

Kampi Hotel Tunjungan Surabaya Gelar Mixology Competition 2026, Juara Berasal dari Bali

INVESTORJATIM.COM — Kampi Hotel Tunjungan Surabaya kembali menggelar Mixology Competition 2026 untuk tahun kedua sebagai…

1 hari ago

Arus Peti Kemas Stabil, TPS Surabaya Catat 122 Ribu TEUs di September

INVESTORJATIM.COM – Di tengah dinamika perdagangan global, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) masih menjaga kinerja…

2 hari ago

PRJ 2026 Bidik 270.000 Pengunjung, UMKM Jatim Jadi Penggerak Ekonomi

INVESTORJATIM.COM — Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2026 ditargetkan mampu menarik 270.000 pengunjung dan menjadi…

2 hari ago