Categories: BusinessIndeks

Tanpa Pasokan Baru, Penyerapan Lahan Industri Greater Jakarta Tetap Moncer

JAKARTA, INVESTORJATIM.COM – Di tengah belum adanya tambahan pasokan baru pada kuartal terakhir 2025, pasar lahan industri di Greater Jakarta justru memperlihatkan daya tahan yang solid. Aktivitas transaksi tetap bergulir, bahkan mencatatkan angka yang melampaui rerata historis, mencerminkan optimisme investor—khususnya sektor manufaktur—yang belum surut.

Sepanjang 2025, total transaksi lahan industri tercatat mencapai 311,85 hektare. Angka ini melampaui rata-rata tahunan periode 2020–2023 yang berada di kisaran 213 hektare. Capaian tersebut mengindikasikan pasar telah kembali ke jalur penyerapan yang lebih stabil dan berkelanjutan, ditopang arus investasi asing langsung (FDI) berbasis manufaktur.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai fundamental pasar masih terjaga. Menurut dia, penyerapan lahan industri di Greater Jakarta telah melampaui rata-rata tahunan 2020–2023 meski tanpa peluncuran pasokan baru sepanjang tahun ini. “Hal ini menunjukkan pasar berada dalam kondisi yang relatif kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

Dalam laporan Quarterly Property Market Q4 2025, Colliers Indonesia juga mencatat adanya pengetatan pasok secara struktural, terutama di kawasan industri yang telah matang. Bekasi—yang selama ini menjadi episentrum kawasan industri—disebut mendekati kapasitas efektif dengan sisa lahan sekitar 100 hektare. Kondisi ini mendorong ekspansi minat investor ke koridor alternatif seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang yang dinilai masih memiliki ruang pengembangan.

Dari sisi permintaan, sektor manufaktur tetap mendominasi, mulai dari otomotif, tekstil, alat berat hingga barang konsumsi. Selain itu, pusat data (data center) kian menjadi motor baru penyerapan, khususnya di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) yang berkembang sebagai klaster industri terintegrasi.

Terkait prospek ke depan, Ferry memproyeksikan tren kenaikan harga lahan pada awal 2026. Permintaan yang konsisten di tengah pasokan terbatas dinilai akan meningkatkan kompetisi terhadap lahan siap bangun. Saat ini, harga lahan industri di Greater Jakarta rata-rata berada di level US$177,84 per meter persegi. Meski fluktuasi nilai tukar turut memengaruhi denominasi harga dalam dolar AS, fundamental permintaan dinilai tetap solid.

Laporan tersebut juga menyoroti dinamika kebijakan kendaraan listrik. Berakhirnya insentif fiskal untuk unit impor pada akhir 2025 mendorong pemerintah mengalihkan fokus pada percepatan manufaktur domestik. Mulai Januari 2026, produsen diwajibkan memenuhi ketentuan produksi lokal yang lebih ketat. Kebijakan ini diperkirakan akan menggeser preferensi penyewa ke fasilitas perakitan otomotif dan industri komponen baterai, sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Emil Dardak Dorong Konektivitas dan Industri Hijau untuk Tekan Ketimpangan Inflasi

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan konektivitas antardaerah dan transformasi…

13 jam ago

J&T Express Catat Lonjakan Pengiriman 65% pada Semester I/2026

INVESTORJATIM.COM – J&T Express mencatat pertumbuhan volume pengiriman lebih dari 65% pada paruh pertama 2026…

15 jam ago

SIG Pacu Pasokan Semen di Aceh, Tambahan Stok Dikirim dari Semen Padang

INVESTORJATIM.COM - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat kapasitas produksi dan distribusi semen…

17 jam ago

Wuling Perkenalkan Aira EV ke Pasar Surabaya, Harga Mulai Rp162 Juta

INVESTORJATIM.COM – Wuling Motors (Wuling) kembali ambil bagian dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS)…

20 jam ago

Hyundai Pangkas Harga STARGAZER Cartenz, Mulai Rp245,8 Juta di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membawa sejumlah produk dan program penjualan ke ajang…

21 jam ago

XPENG Kenalkan New X9 dan G6 Pro ke Pasar Surabaya Lewat GIIAS 2026

INVESTORJATIM.COM – XPENG Indonesia untuk pertama kalinya membawa lini kendaraan listrik pintarnya ke pasar Jawa…

2 hari ago