Categories: Lifestyle

Tak Semua Nyeri Pinggang Berakhir Operasi, Dokter Ungkap Harapan Baru bagi Pasien Saraf Kejepit

dr. Alan Anderson, M.Sc., Sp.Rad, saat menunjukkan hasil alat pencitraan tulang belakang.

SURABAYA, INVESTORJATIM – Nyeri pinggang yang datang berulang kerap menimbulkan kecemasan. Tak sedikit penderita yang langsung membayangkan meja operasi, sayatan bedah, hingga risiko kelumpuhan. Padahal, bagi sebagian besar pasien, kekhawatiran tersebut tidak selalu berujung pada tindakan operasi.

Dokter bedah saraf RS Kemenkes Surabaya, dr. Asadullah, Sp.BS, mengungkapkan bahwa Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) atau yang lebih dikenal sebagai saraf kejepit justru lebih sering dapat ditangani tanpa pembedahan. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Healthtalk Update Management Spine yang digelar di RS Kemenkes Surabaya, Senin (22/12/2025).

“Banyak pasien datang dengan rasa takut karena mendengar cerita bahwa saraf kejepit pasti harus dioperasi. Padahal, kenyataannya tidak demikian,” ujar Asadullah.

Ia menjelaskan, perubahan pada tulang belakang merupakan bagian alami dari proses penuaan. Pada usia di atas 65 tahun, hampir semua orang mengalami penurunan kualitas bantalan tulang belakang, meskipun tingkat keluhannya berbeda-beda.

“Sebagian hanya merasakan pegal atau nyeri ringan yang hilang timbul. Tidak semuanya sampai menyebabkan gangguan berjalan atau kelumpuhan,” jelasnya.

dr. Asadullah, Sp.BS (kanan) saat menjelaskan saraf kejepit tidak harus berakhir di meja operasi.

Menurut Asadullah, penanganan HNP tidak bisa disamaratakan. Setiap pasien memiliki kondisi fisik, tingkat keparahan, serta respons terapi yang berbeda. Karena itu, pendekatan medis dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan terapi konservatif.

Umumnya, pasien terlebih dahulu menjalani fisioterapi untuk memperkuat otot punggung, disertai pemberian obat pereda nyeri dan antiinflamasi. Dalam kondisi tertentu, terapi injeksi, pijat medis, hingga akupunktur juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi keluhan.

“Operasi bukan tujuan utama. Itu adalah pilihan terakhir, jika nyeri tidak membaik atau muncul kondisi serius seperti gangguan kontrol buang air atau kelemahan berat pada tungkai,” tegasnya.

Bahkan jika tindakan bedah harus dilakukan, RS Kemenkes Surabaya mengedepankan teknik minimal invasif yang lebih aman, dengan sayatan kecil dan waktu pemulihan yang relatif lebih cepat.

Di sisi lain, peran pemeriksaan penunjang juga menjadi kunci dalam menentukan langkah terapi. Dokter spesialis radiologi RS Kemenkes Surabaya, dr. Alan Anderson, M.Sc., Sp.Rad, menyampaikan bahwa pemilihan alat pencitraan disesuaikan dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien.

“Tidak semua pasien harus menjalani MRI. Dalam beberapa kasus, X-ray atau CT scan sudah cukup untuk membantu dokter menentukan arah pengobatan,” tuturnya.

Melalui edukasi ini, para dokter berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada stigma dan ketakutan berlebihan terhadap saraf kejepit. Penanganan yang tepat dan dilakukan sejak dini justru membuka peluang besar bagi pasien untuk kembali beraktivitas secara normal tanpa harus menjalani operasi. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

PLN Nusantara Power Borong 22 Penghargaan CSR, Program Pemberdayaan Masyarakat Jadi Sorotan

INVESTORJATIM.COM – PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menorehkan prestasi dengan meraih 22 penghargaan dalam…

18 jam ago

Indowood Expo 2026 Digelar di Surabaya, Dorong Industri Mebel Nasional Naik Kelas

INVESTORJATIM.COM – Industri mebel dan kerajinan Indonesia terus menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi…

18 jam ago

PT SGN Dukung Hilirisasi Perkebunan Nasional Lewat Gerakan Tanam Serentak, Perkuat Swasembada Gula

INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional hilirisasi…

18 jam ago

UNAIR Jadi Tuan Rumah D-8 Youth Dialogue 2026, Dorong Peran Generasi Muda Hadapi Ketahanan Pangan dan Energi Global

INVESTORJATIM.COM — Universitas Airlangga (UNAIR) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Preliminary Discussion D-8 Youth Dialogue…

22 jam ago

Petrokimia Gresik Raih Top Platinum Trophy 2026, Bukti Konsistensi Jalankan Program TJSL Berkelanjutan

INVESTORJATIM.COM — Petrokimia Gresik kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan…

1 hari ago

Mahasiswa ITS Belajar Sistem Mutu di TPS, Intip Standar ISO dalam Operasional Pelabuhan

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tuntutan efisiensi dan kualitas layanan logistik yang semakin tinggi, penerapan sistem…

1 hari ago