Suparma Absen Bagikan Dividen Tunai, Pilih Tebar Dividen Saham demi Perkuat Ekspansi

Direksi PT Suparma usai RUPS di Surabaya, Rabu (30/6/2026) memutuskan untuk perkuat ekspansi bisnis.

INVESTORJATIM.COM – PT Suparma Tbk. memutuskan tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (30/6/2026). Perseroan memilih mempertahankan laba untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membiayai ekspansi, termasuk proyek strategis Mesin Kertas (Paper Machine/PM) No. 11 yang ditargetkan mulai beroperasi komersial pada kuartal IV/2026.

Direktur PT Suparma Tbk., Hendro Luhur, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah menjaga fondasi keuangan perusahaan di tengah agenda investasi yang masih berlangsung.

“Perseroan memilih mengoptimalkan laba untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing Suparma dalam jangka panjang,” ujar Hendro Luhur usai RUPS, Rabu (30/6/2026).

Meski tidak membagikan dividen tunai, perseroan tetap memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen saham yang berasal dari kapitalisasi saldo laba.

RUPS menyetujui pembagian dividen saham senilai maksimal Rp492,04 miliar atau sebanyak-banyaknya 1,23 miliar lembar saham baru. Rasio pembagiannya sebesar 100:30, yakni setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh 30 saham baru dengan nilai nominal Rp400 per saham.

Baca Juga:  Suparma Sudah Realisasikan Anggaran Steam Boiler USD 8,6 Juta

Menurut perseroan, kebijakan tersebut bertujuan memperkuat modal disetor, memperluas distribusi laba kepada pemegang saham tanpa membebani arus kas, meningkatkan jumlah saham beredar sehingga likuiditas perdagangan saham meningkat, sekaligus membuka peluang bagi investor ritel karena harga saham secara teoritis menjadi lebih terjangkau.

Sepanjang 2025, Suparma membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,74 triliun, naik 0,41% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu ditopang pertumbuhan volume penjualan sebesar 2,5% menjadi 235,1 ribu metrik ton, terutama dari produk kraft dan duplex.

Efisiensi beban pokok penjualan turut mengerek laba kotor menjadi Rp434,4 miliar atau meningkat 5,23% secara tahunan. Marjin laba kotor pun naik menjadi 15,9% dari sebelumnya 15,1%.

Di sisi lain, laba komprehensif tahun berjalan meningkat 1,6% menjadi Rp104,8 miliar. Setelah menyisihkan dana cadangan wajib sebesar Rp20 miliar, sisa laba dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan serta membiayai investasi.

Investasi tersebut mencakup peningkatan kapasitas fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), pembangunan fasilitas pendukung PM 11, modernisasi mesin pengolahan kertas bekas (de-inking machine), mesin cetak, instrumen quality assurance, hingga pembangunan gedung perkantoran.

Baca Juga:  Perubahan Pengurus Disetujui, Bank Mandiri Siapkan Strategi Lanjutan 2026

Memasuki 2026, kinerja perseroan masih sejalan dengan target. Hingga akhir Mei 2026, penjualan bersih mencapai Rp1,17 triliun, setara 39,1% dari target penjualan sepanjang tahun sebesar Rp3 triliun.

Sementara itu, volume penjualan tercatat 92.960 metrik ton atau 36,5% dari target tahunan 255 ribu metrik ton. Produksi mencapai 97.994 metrik ton atau sekitar 39,2% dari target produksi 250 ribu metrik ton.

Hendro Luhur optimistis target tersebut dapat dicapai seiring beroperasinya PM 11 pada akhir tahun.

“Kami optimistis target penjualan dan produksi tahun ini dapat terealisasi. Investasi PM 11 akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kapasitas dan kinerja perseroan ke depan,” kata Hendro.

Untuk proyek PM 11, Suparma mengalokasikan belanja modal sekitar US$23 juta. Perseroan telah menandatangani kontrak pembelian mesin utama dari pemasok asal Finlandia senilai 6,35 juta euro pada Februari 2025.

Pendanaan proyek berasal dari kas internal sekitar US$6 juta, sedangkan sisanya sekitar US$17 juta diperoleh melalui fasilitas kredit investasi dari perbankan. Kehadiran PM 11 diproyeksikan menambah kapasitas produksi sekitar 27.000 metrik ton per tahun dan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV/2026. (Onny)

Baca Juga:  Genjot Pertumbuhan, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Siapkan Capex Rp450 Miliar untuk Ekspansi Toko

Komentar