INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) mengawali tahun 2026 dengan catatan performa yang impresif. Pada periode Februari 2026, anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini membukukan realisasi produksi petikemas sebesar 467.133 TEUs, tumbuh signifikan sebesar 8,27% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dorongan Service Baru dan Ekspansi Domestik
Peningkatan volume ini tidak lepas dari keberhasilan strategi operasional perusahaan dalam menangkap peluang pasar. Tercatat, kenaikan arus petikemas dipicu oleh:
1. Layanan Internasional: Adanya tambahan service baru dari beberapa pelayaran internasional di TPK Lamong.
2. Layanan Domestik: Peningkatan aktivitas di Terminal Nilam yang didorong oleh penambahan tiga call kapal petikemas domestik.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan dan Hukum PT TTL, Syaiful Anam, menyatakan bahwa capaian ini adalah bukti nyata meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap layanan terminal.
“Peningkatan volume dan aktivitas kapal menjadi indikator positif bahwa layanan operasional PT TTL semakin dipercaya. Kami akan terus meningkatkan produktivitas guna memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa,” ujar Syaiful dalam keterangannya.
Digitalisasi dan Keselamatan Kerja
Selain faktor pasar, kunci keberhasilan PT TTL terletak pada transformasi digital. Implementasi sistem Integrated Planning and Control terbukti ampuh meningkatkan produktivitas terminal. Sistem ini tidak hanya mempercepat alur kerja, tetapi juga memperkuat aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional.
Kesiapan Menghadapi Logistik Lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, PT TTL telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan arus logistik. Beberapa strategi yang disiapkan antara lain:
1. Kesiapan Alat: Memastikan seluruh peralatan dan kapasitas terminal dalam kondisi prima.
2. Manajemen Truk: Penyediaan area buffer zone dan optimalisasi Terminal Booking System untuk mengatur jadwal kedatangan truk agar tidak terjadi antrean panjang.
3. Sinergi Stakeholder: Koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan logistik guna menjamin operasional tetap lancar selama Ramadan hingga Idulfitri.
Langkah-langkah ini diambil untuk menjamin distribusi barang di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya tetap stabil di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang hari raya. (FVQ)
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata…
INVESTORJATIM.COM - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar program…
INVESTORJATIM.COM - Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan…
INVESTORJATIM.COM – Indonesia tak pernah kekurangan agenda pelestarian alam. Namun di tengah derasnya tren gaya…
INVESTORJATIM.COM – Lonjakan tren gaya hidup aktif yang kian menguat, terutama di kalangan generasi muda,…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah bara ketegangan geopolitik global yang terus menyala dan mengguncang rantai pasok…