Shinta Widjaja Dorong Riset Kampus Terhubung Kebutuhan Industri

Humas Unair

INVESTORJATIM.COM — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mendorong penguatan keterhubungan antara riset perguruan tinggi dan kebutuhan industri agar inovasi tidak berhenti pada publikasi maupun perlindungan hukum, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi bernilai ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Shinta dalam kegiatan Whats Up Campus Call Out (WCC) bertajuk “Dari Inovasi Menuju Kedaulatan” di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.

Forum yang diinisiasi Kementerian Hukum Republik Indonesia tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas kebijakan publik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi.

Shinta mengatakan pengembangan riset perlu diawali dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar melalui pendekatan supply and demand. Menurutnya, industri perlu mengetahui kebutuhan teknologi sebelum melakukan pengembangan inovasi sehingga hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan.

“Tanpa adanya proses tersebut, inovasi berpotensi berhenti sebagai karya penelitian tanpa memberikan dampak ekonomi,” ujar Shinta dikutip dalam rilis Unair, Kamis, 17/9/2026.

Dia menambahkan, hasil riset yang telah mendapatkan perlindungan hukum seperti paten tetap membutuhkan tahapan lanjutan berupa pemanfaatan dan komersialisasi.

Shinta juga memaparkan hasil survei APINDO mengenai aktivitas penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) perusahaan. Survei tersebut menunjukkan kesadaran industri terhadap pentingnya teknologi cukup tinggi, tetapi realisasi pengembangan riset masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satunya tercermin dari proporsi perusahaan yang memiliki unit riset sendiri yang baru mencapai 44%. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat perusahaan yang belum menjadikan riset sebagai bagian prioritas dalam pengembangan bisnis.

Menurut Shinta, perguruan tinggi dan industri memiliki kapasitas yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Perguruan tinggi memiliki kemampuan menghasilkan riset dan pengetahuan, sedangkan industri memahami kebutuhan pasar serta peluang penerapan teknologi.

“Perguruan tinggi memiliki kapasitas dalam menghasilkan riset dan pengetahuan, sementara industri memahami kebutuhan pasar serta peluang penerapan teknologi,” katanya.

Karena itu, dia mendorong tersedianya jalur kolaborasi yang lebih kuat untuk mempertemukan hasil penelitian kampus dengan kebutuhan dunia usaha. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama riset, kemitraan teknologi, maupun pemanfaatan inovasi yang telah tersedia.

Shinta berharap kolaborasi antara kampus dan industri dapat mendorong inovasi Indonesia bergerak lebih jauh dari sekadar menghasilkan paten. Inovasi diharapkan dapat diwujudkan menjadi teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat kedaulatan teknologi nasional.(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Kolaborasi ITS dan Konjen AS Lahirkan 13 Inovasi Digital Karya Anak Muda Indonesia Timur

INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di…

2 jam ago

OJK Jatim Catat Kredit Rp641 Triliun hingga Juli 2026, Investor Tembus 3,37 Juta

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur mencatat sektor jasa keuangan di wilayah…

7 jam ago

Generali Indonesia Bayar Klaim Rp945 Miliar hingga Agustus 2026

INVESTORJATIM.COM — PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia membayarkan klaim lebih dari Rp945 miliar untuk lebih…

1 hari ago

UNAIR Dorong Penguatan Layanan Kepolisian, SPKT Diminta Lebih Responsif Tangani Laporan Warga

INVESTORJATIM.COM — Program Studi S2 Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Pusat…

1 hari ago

The Southern Hotel Surabaya Bidik Pasar Hampers Akhir Tahun hingga Ramadhan

INVESTORJATIM.COM — The Southern Hotel Surabaya menangkap peluang bisnis dari meningkatnya kebutuhan hampers menjelang rangkaian…

1 hari ago

Emil Dardak Soroti Distribusi Energi Bersubsidi di Jatim, Hiswana Migas Diminta Perkuat Pengawasan

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta penguatan pengawasan distribusi energi bersubsidi…

2 hari ago