Selama Nataru 2025/2026, Garuda Indonesia Group Angkut 1,5 Juta Penumpang

JAKARTA, INVESTORJATIM.COM – Garuda Indonesia Group resmi merampungkan fase peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan catatan performa yang impresif. Sepanjang periode liburan yang berlangsung sejak 18 Desember hingga 10 Januari 2026, maskapai pelat merah ini berhasil menerbangkan sedikitnya 1,5 juta penumpang.

Total frekuensi penerbangan yang dioperasikan selama periode tersebut mencapai 10.400 penerbangan, mencakup rute domestik maupun internasional.

Dominasi Rute Favorit dan Tren Pertumbuhan
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, menyatakan bahwa tingginya angka keterisian kursi (load factor) menjadi bukti nyata dari pertumbuhan tren perjalanan masyarakat serta efektivitas penyesuaian harga tiket yang diimplementasikan pemerintah.

“Catatan keterisian kursi tersebut selaras dengan tren perjalanan masyarakat yang tumbuh. Ketersediaan kursi yang kami sediakan menjadi representasi komitmen kami dalam mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat,” ujar Dani.

Kinerja rute domestik mencatatkan okupansi tertinggi di atas 90%, terutama untuk keberangkatan dari Jakarta menuju kota-kota besar seperti Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara di pasar internasional, rute menuju Jeddah, Singapura, Doha, Haneda, Shanghai, Madinah, dan Incheon juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Ketepatan Waktu (OTP) Melampaui Tahun Lalu
Selain volume penumpang, Garuda Indonesia Group juga menunjukkan peningkatan kualitas layanan melalui tingkat ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance/OTP). Rata-rata OTP sepanjang peak season tercatat sebesar 89%, sebuah tren pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini didorong oleh konsistensi pada penerbangan pertama (first departure) yang mencapai angka fantastis:

Garuda Indonesia & Citilink: Mencatatkan rata-rata OTP keberangkatan pertama hingga 99%.

Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di level 97%.

“Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme operasional secara harian dan konsistensi ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya,” tambah Dani.

Strategi Operasional Komprehensif
Keberhasilan fase Nataru 2025/2026 ini diakui Dani sebagai hasil dari kolaborasi lintas sektor yang solid. Langkah-langkah optimalisasi yang diambil meliputi:

1. Penguatan kesiapan armada dan ketersediaan awak pesawat.

2. Disiplin waktu pada first departure harian.

3. Pengaktifan posko operasional khusus GA Group.

4. Penguatan koordinasi di lini ground handling.

Capaian ini mempertegas posisi Garuda Indonesia Group sebagai maskapai yang mampu menjaga standar pelayanan tinggi di tengah lonjakan permintaan pasar yang masif. (dra)

REDAKSI

Recent Posts

5 Ribu Peserta Berbagi Pengalaman di Ajang BrookFarm Almond Run 2026

  INVESTORJATIM.COM, 5.000 peserta berbagai kalangan mulai dari pelari pemula, keluarga, hingga komunitas lari resmi…

2 jam ago

37 Persen Konsumen Indonesia Belum Pernah Beli Produk Berkelanjutan, Ini Penyebabnya

INVESTORJATIM.COM – Minat masyarakat Indonesia terhadap produk ramah lingkungan terus berkembang. Namun, masih ada kesenjangan…

3 jam ago

Emil Dardak Dorong Konektivitas dan Industri Hijau untuk Tekan Ketimpangan Inflasi

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan konektivitas antardaerah dan transformasi…

1 hari ago

J&T Express Catat Lonjakan Pengiriman 65% pada Semester I/2026

INVESTORJATIM.COM – J&T Express mencatat pertumbuhan volume pengiriman lebih dari 65% pada paruh pertama 2026…

1 hari ago

SIG Pacu Pasokan Semen di Aceh, Tambahan Stok Dikirim dari Semen Padang

INVESTORJATIM.COM - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat kapasitas produksi dan distribusi semen…

1 hari ago

Wuling Perkenalkan Aira EV ke Pasar Surabaya, Harga Mulai Rp162 Juta

INVESTORJATIM.COM – Wuling Motors (Wuling) kembali ambil bagian dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS)…

1 hari ago