
SURABAYA, Investor Jatim – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) yang digelar Senin (26/05/2025) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp60 miliar atau Rp5 per lembar saham dari total laba bersih tahun 2024 serta pembagian saham bonus.
Direktur Utama CLEO Melisa Patricia mengatakan CLEO secara konsisten selalu membagikan dividen dari laba bersih yang diperoleh setiap tahunnya.
“Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para pemegang saham yang telah menginvestasikan dananya ke dalam saham CLEO,” kata Melisa saat Paparan Publik usai RUPST CLEO di Surabaya, Senin (26/05/2025).
Direktur CLEO Lukas Setio Wongso menambahkan, dividen yang akan dibagikan setara sekitar 12,9% dari total laba tahun 2024 sebesar Rp465 miliar. “Dividen ini akan dibagikan kepada 12 miliar lembar saham CLEO,” kata Lukas.
Adapun pembagian saham bonus yang dibagikan dengan rasio satu banding satu (1:1). Artinya, bagi pemegang saham yang memiliki 1 saham akan memperoleh 1 saham CLEO dengan nilai nominal Rp20 per unit. Saham bonus ini berasal dari kapitalisasi agio saham CLEO.
“Kami juga ingin memberikan benefit kepada pemegang saham CLEO yang nantinya dapat meningkatkan frekuensi transaksi saham CLEO di bursa,” tandas Lukas.
Sementara sepanjang 2024, perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp465,15 miliar atau melesat 43,57% year on year (YoY) dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp323,99 miliar. Sedangkan penjualan bersih perseroan meningkat 29,0% YoY menjadi Rp2,69 triliun dari Rp2,09 triliun pada 2023.
Ekspansi Pabrik
Melisa mengatakan sepanjang perjalanan sejarah perseroan, CLEO selalu berhasil menunjukkan pertumbuhan yang agresif dan berkesinambungan. Setiap tahunnya, CLEO selalu mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga dua digit. “Tahun ini pun CLEO kembali menargetkan pertumbuhan dua digit,” katanya.
Untuk meraih target pertumbuhan tersebut, pada 2025 ini CLEO menganggarkan belanja modal (capex/capital expenditure) senilai Rp500 miliar yang sebagian akan digunakan perseroan untuk fokus menyelesaikan pembangunan tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru, agar bisa segera beroperasi.
”Capex yang kami anggarkan kurang lebihnya di Rp200 miliar (untuk) tiga pabrik, tapi total capex kami 2025 sekitar Rp500 miliar,” papar Direktur Operasional CLEO Nio Eko Susilo.
Eko menambahkan, hingga kuartal I-2025 tingkat serapan capex perseroan telah mencapai 30—40% yang mayoritas digunakan untuk pembiayaan ekspansi pabrik.
Direktur Penjualan dan Distribusi Sariguna Primatirta Toto Sucartono menjelaskan pembangunan 3 pabrik baru sepanjang 2025 itu memberikan ruang distribusi yang lebih leluasa bagi perseroan ke daerah-daerah di dekat pabrik tersebut. Contohnya pembangunan pabrik di Pekanbaru akan membantu proses distribusi perseroan hingga kawasan Kepulauan Riau. Sedangkan pabrik di Palu nantinya akan mendukung operasional hingga kawasan Sulawesi Tengah.
”Terus juga nanti Sumatra Barat, ya Padang dan sekitarnya, itu akan menjadi konsentrasi wilayah kami. Kedua juga adalah wilayah Pontianak,” katanya.
Meski demikian, Toto tak menampik bahwasannya pulau Jawa masih menjadi area dengan jumlah penjualan terbanyak bagi perseroan. Maka dari itu, mereka bakal tetap merencanakan perkembangan di Jawa.
Setelah ketiga pabrik baru tersebut beroperasi, total pabrik AMDK yang dimiliki CLEO akan meningkat menjadi 35 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tantangan
Melisa mengungkapkan bahwa persaingan dalam industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kian ketat dan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Perseroan. Ketatnya persaingan bisnis AMDK terlihat dari jumlah pelaku industri yang sangat banyak, yakni lebih dari 1.300 pabrik air minum dan lebih dari 2.000 merek yang beredar saat ini.
“Tapi yang paling menjadi tantangan utama itu yaitu distribusi dan logistik. Karena Indonesia itu terdiri dari lebih dari 17.000 pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia oleh karena itu ongkos logistik dan distribusi itu sangat tinggi sekali,” ucap Melisa.
Namun menghadapi tantangan tersebut, Toto menegaskan perseroan tetap optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih dua digit pada tahun 2025.
“Optimisme ini ditopang oleh rencana ekspansi dan penguatan eksistensi pasar CLEO,” tandasnya. Daristama









Komentar