Categories: Market

Rombak Besar-Besaran, Merdeka Gold (EMAS) Perkuat “Mesin Perang” di Tengah Fase Produksi

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) tancap gas merombak struktur kepemimpinan dan tata kelola di tengah fase krusial produksi. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), emiten tambang emas ini tak sekadar memenuhi agenda rutin, tetapi juga mengirim sinyal kuat ke pasar: perusahaan sedang membangun “mesin perang” baru untuk mengejar pertumbuhan jangka panjang sekaligus menjawab ekspektasi investor global.

Dalam RUPST tersebut, perseroan mengesahkan laporan keuangan dan laporan tahunan, serta menyetujui penunjukan tiga Direktur dan lima Komisaris baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur manajemen dan tata kelola dengan mengadopsi standar industri pertambangan global, khususnya dalam aspek eksekusi proyek, manajemen risiko, disiplin keuangan, serta transparansi kepada investor.

Penunjukan jajaran baru ini dinilai selaras dengan meningkatnya kompleksitas bisnis di fase produksi. Perseroan menekankan pentingnya disiplin eksekusi operasional yang lebih tinggi, pengelolaan keuangan dan risiko yang terintegrasi, serta penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas sesuai praktik internasional.

Tiga Direktur yang disetujui memiliki kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial yang kuat. Nicholas John Green dikenal berpengalaman dalam manajemen proyek dan operasional pertambangan di Asia Tenggara, khususnya dalam pengembangan proyek kompleks. Barend Johannes Nicolaas Knoetze memiliki keahlian teknis dan rekayasa dalam proyek emas dan tembaga, termasuk eksplorasi dan ekstraksi. Sementara itu, Suryadinata Tanu membawa latar belakang kuat di bidang keuangan, akuntansi, dan perpajakan di sektor pertambangan.

Di sisi pengawasan, perseroan menunjuk lima Komisaris baru, termasuk tiga Komisaris Independen, guna memperkuat fungsi tata kelola. Jajaran ini membawa kombinasi pengalaman global di sektor pertambangan, investasi, dan pasar keuangan.

Winato Kartono memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di sektor investasi dan perbankan, termasuk di Provident Investasi Bersama, Tower Bersama Infrastructure, dan GoTo. Xinyu Wang memiliki rekam jejak lebih dari 25 tahun di industri pertambangan global, termasuk sebagai Presiden dan Direktur Utama JCHX Mining Management.

Sementara itu, Jona Widhagdo Putri sebagai Komisaris Independen dikenal sebagai pakar hubungan internasional dan investasi lintas negara. John Mackay McCulloch Williamson, juga Komisaris Independen, memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di pasar keuangan global dan pernah menjabat Managing Director Morgan Stanley Asia Pacific serta Chairman London Metal Exchange. Adapun Yu Gao, Komisaris Independen lainnya, memiliki pengalaman panjang di ekuitas swasta Asia dan pernah menduduki posisi Managing Director serta Co-Chief Investment Officer di Morgan Stanley.

RUPST juga menyetujui pengunduran diri tiga anggota Direksi, yakni Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri. Ketiganya akan kembali fokus pada peran strategis di tingkat grup PT Merdeka Copper Gold Tbk sebagai induk usaha.

Perseroan menegaskan bahwa langkah tersebut telah direncanakan secara matang sebagai bagian dari optimalisasi pengelolaan kepemimpinan di tingkat grup, guna mendukung pengembangan entitas dan proyek strategis serta menjaga kesinambungan bisnis.

Di sisi operasional, perseroan menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola, termasuk dalam pelaksanaan transaksi material dan/atau afiliasi untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani. Seluruh keputusan strategis diklaim dijalankan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan praktik terbaik internasional serta kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Gandeng Naval Group Prancis, PT PAL Siapkan Bengkel Raksasa untuk Kapal Selam Nagapasa

INVESTORJATIM.COM – Ketergantungan perbaikan kapal selam ke luar negeri perlahan coba diputus. PT PAL Indonesia…

6 jam ago

Tak Cuma Bisa Bayar Pakai QRIS, Mahasiswa UNAIR Kini Diajari Cara Adukan Jebakan Digital Bareng BRI

INVESTORJATIM.COM – Generasi muda jago transaksi digital, tapi banyak yang belum paham cara jaga data…

7 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…

21 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh, Kadin Soroti Kualitas Lapangan Kerja dan Daya Saing Industri

INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…

22 jam ago

Jaga Reputasi di Tengah Gempuran AI, BRI Gembleng Humas Daerah di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…

24 jam ago

Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…

1 hari ago