Revisi UU 22/2009 Solusi Darurat Keselamatan dan Krisis Komitmen Pemerintah terhadap Angkutan Jalan

Jajaran pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) saat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi V DPR RI terkait penyusunan RUU tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Tangkapan Layar Youtube

JAKARTA, InvestorJatim- Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menegaskan bahwa revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) harus menjadi momentum perbaikan sistem transportasi darat secara menyeluruh.

Hal disampaikan MTI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum antara MTI dengan Komisi V DPR RI terkait penyusunan RUU tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Kamis (6 Maret 2025). Dalam kesempatan ini, MTI menyoroti dua masalah utama yang mendesak yaitu darurat keselamatan jalan dan lemahnya komitmen pemerintah dalam pengelolaan angkutan jalan.

Ketua Umum MTI, Tory Damantoro, menekankan bahwa perubahan UU ini harus menjadi tonggak perbaikan sistem transportasi yang lebih sistematis, bukan sekadar pembagian tugas dan kewenangan antar-lembaga.

“Kami mendorong revisi UU ini agar menjadi landasan kebijakan yang lebih komprehensif dalam perbaikan sektor transportasi darat. Regulasi ini tidak boleh hanya berfokus pada operasional tugas dan fungsi kelembagaan semata, tetapi harus memastikan bahwa sistem transportasi kita lebih terstruktur, efisien, dan berorientasi pada keselamatan serta layanan publik yang lebih baik,” ujar Tory.

Sekretaris Jenderal MTI, Dr. Haris Muhammadun, menyoroti persoalan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan di jalan.

“Kasus ODOL tidak bisa diselesaikan hanya dengan penegakan hukum di jalan. Diperlukan pendekatan supply chain yang jelas, dengan pengaturan sistem dan kapasitas simpul lintasan angkutan barang yang memadai. Pemerintah harus memastikan bahwa moda angkutan yang digunakan sesuai dengan karakteristik komoditas yang diangkut, sehingga kapasitas beban bisa terdistribusi secara optimal,” tegas Haris.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MTI, Djoko Setijowarno, menyoroti pentingnya transformasi kelembagaan dalam penyelenggaraan angkutan umum, termasuk transportasi berbasis aplikasi seperti ojek online (ojol).

“Perbaikan angkutan umum membutuhkan reformasi kelembagaan, baik di sisi regulator maupun operator. Ojek online sebagai bagian dari sistem transportasi perlu diatur dengan jelas agar dapat mendukung keselamatan dan efisiensi keseluruhan sistem angkutan umum,” ujar Djoko.

Djoko juga mengusulkan mandatory angkutan umum mengingat peran dan manfaat angkutan umum mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Ditambahkannya keberadaan angkutan umum tdk sekedar mengatasi kemacetan, polusi udara, namun lebih dari itu. Bahkan, bisa membantu terwujudnya pertumbuhan ekonomi 8%. Angkutan umum yang dimaksud untuk membawa penumpang dan barang (logistik).

MTI berharap bahwa revisi UU LLAJ kali ini benar-benar menjadi terobosan untuk membangun sistem transportasi darat yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Regulasi yang kuat dan kebijakan yang tepat akan menjadi kunci dalam memastikan keselamatan masyarakat serta efisiensi sistem transportasi nasional. Amrozi Amenan

REDAKSI

Recent Posts

Tak Mau Ditunda, Lutfil Hakim Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PWI Jatim 2026-2031

INVESTORJATIM.COM – Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur periode 2026-2031 mulai memanas.…

6 jam ago

100 Hari Direksi Baru BEI: Perkuat Integritas Pasar hingga Luncurkan ETF Emas dan Short Selling

INVESTORJATIM.COM – Memasuki 100 hari pertama sejak dilantik 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek…

7 jam ago

TPS Bibitkan 15.000 Mangrove, Serap Karbon Setara Operasional 200 Truk Sehari

INVESTORJATIM.COM – Komitmen menghadirkan layanan pelabuhan ramah lingkungan terus dijalankan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)…

13 jam ago

Tembus 7,27 Miliar Dollar AS, Ekspor Garmen Indonesia Bidik Pasar BRICS+

INVESTORJATIM.COM – Indonesia punya modal besar untuk menjadi pusat manufaktur garmen utama bagi pasar BRICS+…

1 hari ago

Permata Bank Ajak Nasabah Lihat Kekayaan Secara Holistik di Wealth Wisdom 2026 Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Kekayaan tak melulu soal seberapa besar aset yang dimiliki. Lebih dari itu, soal…

2 hari ago

Kisah Romantis Pasutri Wisuda Doktor Bareng di ITS Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Momen Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Sabtu (10/10/2026) terasa istimewa.…

2 hari ago