Pupuk Indonesia Siapkan 8,5 Ton Pupuk Subsidi di KDKMP Tambakrejo Sidoarjo

INVESTORJATIM.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok sekitar 8,5 ton pupuk bersubsidi di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tambakrejo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Persediaan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani menjelang musim tanam pada bulan-bulan mendatang.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Yehezkiel Adiperwira mengatakan KDKMP Tambakrejo menjadi salah satu koperasi yang disiapkan sebagai saluran distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah kepada masyarakat, khususnya petani.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan operasional KDKMP di berbagai wilayah Indonesia yang melibatkan pemerintah dan Pupuk Indonesia.

“Di KDKMP Tambakrejo ini, petani nantinya sudah bisa menebus langsung pupuk bersubsidi,” ujarnya saat meninjau operasional koperasi tersebut, Kamis, 15/10/2026.

Dia menjelaskan, mekanisme penebusan pupuk bersubsidi tetap mengacu pada ketentuan Kementerian Pertanian. Petani cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP), dengan syarat telah terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Setelah proses verifikasi, petani dapat melakukan pembayaran secara tunai di koperasi dan membawa pulang pupuk yang ditebus.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia Hadirkan Posko Mudik BUMN di Pelabuhan Tanjung Perak

Yehezkiel memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di KDKMP Tambakrejo dalam kondisi aman. Stok sekitar 8,5 ton tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani dalam menghadapi musim tanam berikutnya.

Adapun jenis pupuk bersubsidi yang tersedia di koperasi tersebut meliputi urea, NPK Phonska, dan Petroganik.

Menurutnya, keberadaan KDKMP sebagai saluran distribusi pupuk diharapkan dapat mendekatkan akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Dengan demikian, petani dapat memperoleh pupuk melalui titik penyaluran yang lebih dekat dengan lokasi tempat tinggal maupun kegiatan usaha taninya.

Lebih lanjut, Yehezkiel menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia akan menyesuaikan perluasan penyaluran pupuk bersubsidi melalui KDKMP dengan program percepatan yang dijalankan pemerintah.

Koperasi yang telah memenuhi persyaratan dan prosedur akan dipertimbangkan menjadi Penerima Titik Serah (PPTS), yakni titik penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

“Ketika nanti dirasa KDKMP tersebut sudah memenuhi secara prosedur, kami akan segera jadikan sebagai PPTS,” katanya.

Skema tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan koperasi desa ke dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi. Namun, penerapannya akan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing koperasi serta pemenuhan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Sukses Mengelola Media Internal, PG Raih Gold Winner dari SPS

Melalui pengembangan jaringan distribusi ini, Pupuk Indonesia diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap pupuk bersubsidi sekaligus mendukung kelancaran penyaluran sesuai alokasi dan kebutuhan yang telah ditetapkan pemerintah.

Operasional KDKMP juga diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai penghubung antara kebijakan subsidi pemerintah dan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam mendukung keberlangsungan sektor pertanian. (Onny)

Komentar