Categories: Indeks

PT PAL Targetkan Empat Unit Fregat Merah Putih untuk Perkuat Armada Laut

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai pilar utama industri pertahanan maritim nasional. Melalui transformasi manajemen dan peningkatan kapasitas produksi, perusahaan galangan kapal pelat merah ini berkomitmen memperkuat armada TNI Angkatan Laut dengan teknologi tempur terkini.

Senior Executive Vice President (SEVP) Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia, Agus Santoso, mengungkapkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memenuhi kebutuhan kapal perang nasional, baik di kategori kapal permukaan maupun kapal selam.

Ekspansi Fregat Merah Putih
Salah satu proyek strategis yang menjadi sorotan adalah pembangunan Fregat Merah Putih. Kapal tempur ini diproyeksikan menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia.

“Kapal fregat Merah Putih ini nantinya tidak hanya satu atau dua, tapi bisa sampai empat unit dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Agus Santoso pada Selasa (10/3/2026).

Menuju Kelas Destroyer dan Korvet
Tak berhenti pada kelas fregat, PT PAL telah menyusun peta jalan jangka panjang untuk membangun kapal dengan daya hancur yang lebih besar dan spesifikasi yang lebih lincah.

1. Kapal Destroyer: Direncanakan menjadi proyek masa depan untuk meningkatkan daya gempur armada laut.

2. Kapal Korvet: Pengembangan berkelanjutan untuk patroli dan pengamanan wilayah pesisir.

3. Kapal Selam (Submarine): Penguatan teknologi bawah air sebagai bagian dari strategi pertahanan asimetris.

4. Jejak Rekor PT PAL Indonesia
Sejauh ini, PT PAL telah sukses menyerahkan berbagai kapal perang yang kini aktif beroperasi di bawah bendera TNI Angkatan Laut. Beberapa alutsista unggulan tersebut antara lain:

5. KRI Raden Eddy Martadinata (331) – Kapal Fregat SIGMA.

6. KRI Semarang (594) – Kapal Landing Platform Dock (LPD).

7. KRI Halasan (630) – Kapal Cepat Rudal (KCR).

Langkah agresif ini diharapkan dapat mewujudkan kemandirian industri pertahanan (Indhan) nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri, sejalan dengan visi pertahanan Indonesia di masa depan. (WXE)

REDAKSI

Recent Posts

Bea Cukai Bongkar Modus Impor 400 Ton Beras dan Garam Berkedok Amonium Klorida di Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I bersama Bea Cukai Tanjung Perak menggagalkan…

5 menit ago

Usai 4 Dekade Beroperasi, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bakal Dimodernisasi di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL) dipastikan…

2 jam ago

ITS Kembangkan AI Cerdas untuk Cegah Jebolnya Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo

INVESTORJATIM.COM – Dua puluh tahun pasca semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, ancaman jebolnya tanggul…

4 jam ago

Studi Stanford-Berkeley: 98,8 Persen Rekomendasi AI Alodokter Aman Secara Klinis

INVESTORJATIM.COM – Inovasi kecerdasan buatan (AI) kesehatan buatan Indonesia mendapat pengakuan dunia. Sebuah studi prapublikasi…

4 jam ago

Bikin Kapal Perang Sendiri, PAL Pamer Kekuatan Alutsista Buatan Anak Bangsa di TNI Fair

INVESTORJATIM.COM – Kapal perang yang biasanya hanya terlihat di layar televisi atau foto berita, kini…

1 hari ago

TTL-OOCL Perkuat Kolaborasi, Surabaya Didorong Jadi Hub Logistik Indonesia Timur

INVESTORJATIM.COM — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran sebagai bagian dari…

1 hari ago