Categories: Indeks

Profesor ITS Temukan Rekayasa Sambungan Bangunan yang Lebih Tahan Gempa, Keselamatan Jadi Prioritas

Guru Besar ke-251 ITS Prof Data Iranata ST MT PhD saat menyampaikan orasi ilmiahnya pada upacara Pengukuhan Profesor ITS. (Humas ITS)

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tingginya ancaman gempa bumi yang membayangi Indonesia sebagai negara di kawasan Ring of Fire, inovasi di bidang rekayasa struktur menjadi kunci untuk menekan risiko korban jiwa. Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar ke-251 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Data Iranata ST MT PhD, mengembangkan model sambungan balok-kolom komposit baja-beton yang diklaim mampu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap guncangan gempa sekaligus menjaga keselamatan penghuninya.

Guru Besar Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS itu menjelaskan, penyebab utama tingginya korban jiwa saat gempa bukan semata-mata akibat besarnya guncangan, melainkan kegagalan struktur bangunan yang tidak dirancang sesuai kaidah rekayasa.

“Apabila bangunan dirancang sesuai dengan peraturan yang berlaku, tingkat kerusakan akibat gempa sebenarnya dapat diprediksi dan dikendalikan,” ujar Data dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, tujuan utama rekayasa struktur bukan menciptakan bangunan yang sama sekali tidak mengalami kerusakan ketika gempa terjadi. Sebaliknya, bangunan harus dirancang agar kerusakan terjadi pada bagian yang telah diperhitungkan, sehingga elemen utama seperti kolom tetap berdiri dan bangunan tidak mengalami keruntuhan total.

“Penghuni harus memiliki kesempatan untuk evakuasi secara aman sebelum bangunan runtuh atau mengalami kerusakan yang membahayakan sehingga korban jiwa dapat diminimalkan,” katanya.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, alumnus Teknik Sipil ITS itu mengembangkan model sambungan balok-kolom Steel Reinforced Concrete (SRC) menggunakan metode simulasi Finite Element Method (FEM). Menurutnya, baja memiliki tingkat daktilitas yang lebih baik dibandingkan beton sehingga lebih efektif dalam menyerap dan meredam energi akibat gempa.

Prof Data Iranata ST MT PhD (kiri) saat berdiskusi bersama tim terkait sambungan kolom-balok di Gedung Departemen Teknik Sipil ITS. (Humas ITS)

Meski demikian, Data menegaskan bahwa penggunaan baja dalam jumlah lebih banyak tidak otomatis membuat bangunan menjadi lebih kuat. Karena itu, penelitiannya berfokus pada pengembangan berbagai konfigurasi penempatan profil baja guna memperoleh performa struktur yang paling optimal.

Dalam riset tersebut, ia mengembangkan tiga model konfigurasi sambungan, yakni CS-01, CS-02, dan CS-03, melalui simulasi numerik. Model CS-01 menggunakan baja Wide Flange (WF) yang ditanam dalam beton bertulang dan diperkuat dengan tulangan sengkang. Pada model CS-02, baja WF ditanam tanpa ikatan tulangan sengkang, sedangkan CS-03 menggunakan balok baja utuh sebagai elemen sambungan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas struktur tidak ditentukan oleh banyaknya baja yang digunakan, melainkan oleh konfigurasi sambungan yang tepat. Desain sambungan yang optimal terbukti lebih mampu mendistribusikan tegangan, menyerap energi gempa, serta mengendalikan pola kerusakan ketika bangunan menerima beban seismik.

“Dari seluruh konfigurasi yang dianalisis, model CS-02 menunjukkan performa seismik paling optimal,” ungkapnya.

Melalui inovasi tersebut, Data berharap penerapan desain bangunan tahan gempa di Indonesia semakin mengedepankan aspek keselamatan tanpa mengorbankan efisiensi konstruksi. Menurutnya, pengembangan teknologi rekayasa struktur ini juga dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Bikin Kapal Perang Berenergi Bersih, PT PAL Gandeng BRIN Riset Penggerak KRI Sriwijaya-100

INVESTORJATIM.COM – Ambisi kemandirian teknologi maritim nasional naik level. PT PAL Indonesia (Persero) menggandeng Badan…

1 jam ago

Gandeng Naval Group Prancis, PT PAL Siapkan Bengkel Raksasa untuk Kapal Selam

INVESTORJATIM.COM – Ketergantungan perbaikan kapal selam ke luar negeri perlahan coba diputus. PT PAL Indonesia…

10 jam ago

Tak Cuma Bisa Bayar Pakai QRIS, Mahasiswa UNAIR Kini Diajari Cara Adukan Jebakan Digital Bareng BRI

INVESTORJATIM.COM – Generasi muda jago transaksi digital, tapi banyak yang belum paham cara jaga data…

11 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…

1 hari ago

Ekonomi Jatim Tumbuh, Kadin Soroti Kualitas Lapangan Kerja dan Daya Saing Industri

INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…

1 hari ago

Jaga Reputasi di Tengah Gempuran AI, BRI Gembleng Humas Daerah di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…

1 hari ago