INVESTORJATIM.COM – Ambisi memperkuat konektivitas wilayah kepulauan kini naik level. Bukan lagi sekadar membangun kapal, PT PAL Indonesia justru tengah menyiapkan “kapal serba bisa” yang dirancang menjadi tulang punggung layanan publik di laut Sulawesi Selatan—dari distribusi BBM hingga klinik berjalan.
Langkah itu ditandai dengan penandatanganan kontrak pembangunan kapal Pinisi serbaguna (multi-purpose vessel) antara PT PAL Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus menegaskan peran PAL sebagai national consolidator industri galangan nasional.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PAL, Kaharuddin Djenod bersama perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muhammad Ilyas, disaksikan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Makasar Sabtu (25/4/2026).
Andi Sudirman menegaskan, kapal ini merupakan salah satu proyek strategis yang telah lama diimpikan Pemprov Sulsel. Kapal tersebut didesain sebagai platform multi fungsi—mulai dari distribusi bahan bakar, penyediaan air bersih berbasis reverse osmosis, hingga layanan kesehatan terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil.
“Ini bukan hanya kapal transportasi, tapi solusi layanan publik di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Senada, Kaharuddin menyebut proyek ini melampaui fungsi transportasi semata. Kapal dirancang sebagai platform pelayanan masyarakat yang mampu menjawab tantangan geografis Sulawesi Selatan.
“Wilayah kepulauan membutuhkan solusi terintegrasi. Kapal ini kami desain untuk menjangkau daerah terpencil sekaligus menghadirkan layanan publik secara langsung,” katanya.

Tak hanya itu, kapal ini juga menjadi simbol modernisasi warisan maritim. Desainnya mengadopsi karakteristik Pinisi—ikon bahari Sulawesi Selatan—namun dipadukan dengan teknologi modern.
Dalam pengerjaannya, PAL menggandeng PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (PT IKI) sebagai mitra pembangunan fisik kapal. Kolaborasi ini menjadi implementasi awal peran PAL sebagai national consolidator, yang mendorong sinergi antar galangan kapal nasional dalam satu ekosistem industri.
Menurut Kaharuddin, PAL akan memastikan standar, material, dan quality assurance, sementara PT IKI berfokus pada konstruksi fisik kapal. “Ini bukti industri galangan nasional bisa tumbuh bersama dan menghasilkan produk berkualitas,” ujarnya.
Plt Direktur Utama PT IKI, Suhan Ikhsan, menyambut kolaborasi tersebut sebagai peluang meningkatkan kapasitas perusahaan sekaligus transfer teknologi.
“Kami akan mengerahkan kemampuan terbaik demi keberhasilan proyek ini,” katanya.
Secara spesifikasi, kapal ini memiliki panjang 52 meter dan kapasitas akomodasi hingga 140 orang. Fungsinya pun luas, mulai dari pengawasan wilayah, konservasi, transportasi personel, hingga distribusi logistik.
Kapal juga dilengkapi tangki BBM berkapasitas besar untuk mendukung distribusi energi ke wilayah terpencil—sebuah tantangan klasik di kawasan kepulauan.
Proyek ini sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah dan industri dalam mendorong kedaulatan maritim. Tak hanya itu, penguatan ekosistem galangan kapal nasional juga diharapkan berdampak pada peningkatan kapasitas SDM dan industri komponen dalam negeri. (Onny)














Komentar