Petrokimia Gresik Lepas 50 Taruna Makmur Batch IX, Siapkan SDM Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

DKU PG, Adityo Wibowo (kiri) bersama Wakil Direktur I Bidang Akademik & Kerjasama Polbangtan Malang, Eny Wahyuning Purwanti (kanan) menyerahkan jaket kepada peserta Wirakarya Taruna Makmur Batch IX. (Istimewa)

INVESTORJATIM.COM – PT Petrokimia Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional melalui program Wirakarya Taruna Makmur Batch IX. Perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia ini melepas 50 Taruna Makmur untuk menjalani magang lapangan selama enam bulan di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mencetak agronomis muda yang kompeten sekaligus memperkuat regenerasi petani guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan target swasembada pangan nasional.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Sejak pertama kali dijalankan pada 2022, program Taruna Makmur telah menghasilkan 423 peserta yang mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi agronomi, kemampuan komunikasi, dan pengalaman lapangan sehingga mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan di sektor pertanian,” ujar Adityo seperti dalam rilisna, Rabu, 1/7/2026.

Baca Juga:  Petrokimia Gresik dan Komisi VII DPR RI Perkuat Sinergi Jaga Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Demi Swasembada Pangan

Program Taruna Makmur diikuti mahasiswa aktif dari sejumlah perguruan tinggi vokasi pertanian, antara lain Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Bogor, Medan, Gowa, Yoma, serta Politeknik LPP Yogyakarta.

Sebelum ditempatkan di wilayah penugasan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai budidaya pertanian berkelanjutan, teknik komunikasi, pengembangan personal branding, serta pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam mendampingi petani dan menjalankan tugas profesional di lapangan.

Selama masa magang, para peserta akan terlibat dalam pelaksanaan Program Agrosolution Petrokimia Gresik. Mereka bertugas melakukan sosialisasi kepada petani, mengawal penerapan pemupukan berimbang, mendampingi budidaya pertanian, serta membantu koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Adityo, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, regenerasi petani masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, Petrokimia Gresik menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sebanyak 50 peserta Taruna Makmur Batch IX akan ditempatkan di wilayah kerja Petrokimia Gresik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Perusahaan berharap program ini mampu melahirkan SDM pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani Indonesia. (Onny)

Baca Juga:  Petrokimia Gresik Jalan Sehat Bersama Ribuan Warga Gunungsari dan Babat

Komentar