Categories: Business

Petebu Fokus Berdayakan Petani Tebu Menuju Swasembada Gula

Ketua Umum DPP Petebu Ir. Mappanai Lewa (Kiri) bersama Sekjen DPP Petebu Adip Prabudi, SE. Foto: Istimewa

TAKALAR, investorjatim – Ketua Umum DPP Petani Tebu Bersatu (Petebu) Mappanai Lewa menyampaikan Petebu akan fokus pada 3 hal dalam upaya memberdayakan masyarakat petani tebu menuju kecukupan gula konsumsi maupun gula industri dalam negeri.

“Pertama, membangkitkan kembali semangat petani tebu dengan membuat petani tenang dalam melaksanakan budidaya tanam tebu,” kata Lewa di Takalar, Kamis (15/12/2022).

Agar petani tenang dalam kegiatan budidaya tanam tebu, lanjut Lewa, perlu langkah-langkah nyata. Di antaranya adalah menjaga stabilitas rendemen dan memberikan jaminan rendemen 8,5% dengan ketentuan berdasarkan kualitas tebu giling yang dipasok petani di masing-masing pabrik gula (PG).

Lalu, ekstensifikasi dengan pola korporasi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) selaku pengelola tebu dengan sistem kemitraan dan kerja sama lahan, guna meningkatkan produksi tebu dengan bersinergi dengan stakaholder pergulaan yang ada di masing-masing wilayah PG.

Selanjutnya, untuk mengembalikan ruh yang sebenarnya dengan tujuan didirikannya PG yakni memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat sekitarnya.

“Termasuk juga membantu permodalan petani baik budidaya dan pasca panen, menberikan pelayanan yg mudah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dengan batasan 3 hektar per KK,” terang Lewa.

Menurut Lewa, adanya jaminan harga pasar gula pada saat musim panen berlangsung dengan pola satu atap penjualan gula dengan jaminan harga pokok penjualan (HPP) yang telah di tentukan juga menjadi penting.

“Oleh karena itu, menjadi sangat penting juga adanya jika impor gula harus tetap mengacu pada jumlah kekurangan atau kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan dari segelintir orang-orang yang merasakan manisnya gula dan membuat petani justru merasakan pahitnya gula,” papar Lewa.

Lebih lanjut Lewa juga menyampaikan pemerintah juga seharus menyiapkan lahan-lahan yang dikuasasi negara yang kurang produktif untuk dapat dikerjasamakan dengan masyarakat petani guna dalam rangka intensifikasi. Dia juga berharap agar pemerintah tetap menjalankan program revitalisasi PG dengan sistem moderenisasi secara digital.

“Dan yang tidak kalah penting adalah mendirikan PG baru yang berskala kolompok di wilayah basis tebu agar terjadi kompetisi secara sehat dengan PG yang sudah ada baik, dari segi pembinaan petani tebu maupun dari segi capaian rendemen yang dihasilkan yang sesuai dengan harapan petani,” pungkas Lewa.(ROS)

 

REDAKSI

Recent Posts

Bukan Sekadar Jual Listrik, PLN Nusantara Power Kini Jual Solusi Energi ke Dunia

INVESTORJATIM.COM – Transformasi besar dilakukan PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Dari sekadar perusahaan pembangkit…

5 menit ago

Mahasiswa UMG Raih Best Poster di Kontes Kapal Indonesia 2026

INVESTORJATIM.COM — Empat mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menorehkan…

4 jam ago

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Silika Jadi Penyaring Belerang

INVESTORJATIM.COM - PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang…

5 jam ago

Penetrasi Asuransi RI Baru 2,27 Persen, AXA Bentuk Perusahaan Syariah untuk Perluas Inklusi

INVESTORJATIM.COM –Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, yakni 2,27 persen pada 2022. Otoritas Jasa…

6 jam ago

Pemerintah Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru hingga 2029, ITS Jadi Pusat Inkubasi di Jatim

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah menargetkan mencetak 10 juta wirausaha dan pekerja hingga 2029 melalui penguatan ekosistem…

9 jam ago

OJK Terbitkan POJK 13/2026, Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang…

1 hari ago