Istimewa
INVESTORJATIM.COM – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Barat (Kalbar) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp2,529 triliun. Dari total tersebut, komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat mencapai Rp885 miliar.
Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu berlangsung di Novotel Convention Center Pontianak.
Secara rinci, transaksi tersebut terdiri atas penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Barat senilai Rp1,480 triliun, pembelian produk dari Kalimantan Barat sebesar Rp163,829 miliar, serta komitmen investasi Rp885 miliar.
“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar. Total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp2,5 triliun, dari Rp2,5 triliun Rp885 miliar untuk capaian investasinya,” kata Khofifah, Selasa, 11/8/2026.
Misi dagang tersebut melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri atas 62 pelaku usaha asal Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Kalimantan Barat.
Beragam komoditas unggulan Jawa Timur diperdagangkan dalam forum tersebut. Produk yang ditawarkan mencakup garam bahan baku dan olahan, produk olahan daging sapi dan ayam, green bean coffee, telur ayam, susu sapi, rokok, benih hortikultura, jagung, beras, gula pasir, hingga produk perikanan.
Selain itu, terdapat transaksi untuk pakan ikan dan udang, telur asin, telur bebek, ikan patin, DOC, kambing dan domba, ikan kaleng, produk fesyen, pupuk asam amino, bawang merah, hingga cabai merah kering.
Perdagangan juga berlangsung dua arah. Pelaku usaha Jawa Timur membeli sejumlah komoditas asal Kalimantan Barat, seperti kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan gabus dan ikan toman.
Sejumlah transaksi dilakukan langsung oleh pelaku usaha dari kedua provinsi. Gapero Surabaya mencatat penjualan rokok kepada PT Bentoel Prima di Pontianak. Sementara Tutur Coffee dari Kabupaten Pasuruan menjual green bean coffee kepada HIPKA Kota Pontianak.
Di sektor perikanan, PT Suri Tani Pemuka Surabaya melakukan transaksi penjualan pakan ikan dan pakan udang.
Sementara itu, CV Satrya Abdi Buana Surabaya membeli arang batok kelapa dan briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon Kabupaten Mempawah serta arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa Pontianak.
Selain transaksi perdagangan, Jawa Timur juga mencatatkan komitmen investasi di Kalimantan Barat.
Investasi tersebut meliputi perluasan usaha industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perluasan perkebunan sawit di Kabupaten Landak, serta perluasan industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.
Khofifah mengatakan kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok antardaerah sekaligus memperluas pasar produk unggulan.
Berdasarkan data perdagangan antarwilayah 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp3,75 triliun dan pembelian dari Kalimantan Barat Rp562,27 miliar. Dengan demikian, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan Rp3,19 triliun.
“Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” ujar Khofifah.
Khofifah juga melihat sektor peternakan sebagai salah satu peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan peternakan di Kalimantan Barat.
Khofifah pun mengundang Pemprov Kalbar mengirimkan tim untuk mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Jawa Timur.
“Jawa Timur ini sektor unggulan salah satunya peternakan. Saat ini jumlah populasi sapi di Jawa Timur tinggi sekali, populasi sapi terbesar di Indonesia. Sektor ini bisa menjadi hal yang akan dikembangkan di Kalimantan Barat,” tuturnya.
Kerja sama Jatim dan Kalbar sebelumnya telah dilakukan melalui misi dagang pada 30 September 2022. Saat itu, komitmen transaksi tercatat Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi.
Khofifah menilai lonjakan transaksi kali ini menunjukkan peningkatan signifikan dan perlu ditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih luas.
“Mari kita manfaatkan momentum Misi Dagang ini dengan sebaik-baiknya untuk membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, serta memperkuat jejaring bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” kata Khofifah.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut. Menurutnya, nilai transaksi yang tercatat kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan kegiatan sebelumnya.
“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih. Banyak yang harus kita pelajari dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” ujar Ria Norsan.(Onny)
INVESTORJATIM.COM – Tim Anargya ITS EV Team kembali mencatat prestasi di ajang internasional dengan memborong…
INVESTORJATIM.COM - PT Pertamina Patra Niaga merampungkan proses docking terhadap 12 kapal pada periode Februari…
INVESTORJATIM.COM – Pasar modal Indonesia menandai perayaan HUT ke-49 dengan tonggak baru melalui peluncuran lima…
INVESTORJATIM.COM – Pasar modal Indonesia memasuki usia ke-49 sejak kembali diaktifkan pada 1977. Momentum tersebut…
INVESTORJATIM.COM – Inovasi energi terbarukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berpotensi menjawab tantangan pasokan listrik…
INVESTORJATIM.COM – Leapmotor resmi memulai perakitan lokal kendaraan listrik di Indonesia dengan menjadikan B10 dan…