Categories: HeadlineIndeks

Perang AS–Israel dan Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Global

INVESTORJATIM.COM – Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) kini memasuki fase krusial yang mengancam urat nadi ekonomi dunia. Ketegangan geopolitik ini mencapai puncaknya menyusul langkah Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis yang melayani distribusi sekitar 21% pasokan minyak mentah global.

Penutupan jalur arteri ini diprediksi akan memicu guncangan hebat pada perdagangan energi internasional, mendorong harga minyak melewati level psikologis, dan menciptakan efek domino terhadap volatilitas pasar keuangan global.

Ancaman Cost-Push Inflation
Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yudhistira Hendra Permana, memperingatkan bahwa dampak dari konflik ini tidak hanya bersifat politis, tetapi memiliki implikasi ekonomi yang sangat signifikan, terutama bagi negara net-importir energi.

Menurut Yudhistira, kenaikan harga minyak dunia akan langsung mengerek biaya produksi di berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga manufaktur. Kondisi inilah yang memicu fenomena inflasi dari sisi penawaran atau cost-push inflation.

“Energi masih menjadi faktor produksi utama di banyak sektor. Kenaikan harga energi akan mendorong cost-push inflation karena dampaknya menjalar ke seluruh industri secara menyeluruh,” ujar Yudhistira dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Kerentanan Ekonomi Indonesia
Sebagai negara dengan karakteristik ekonomi terbuka kecil (small open economy), Indonesia berada dalam posisi yang cukup rentan terhadap guncangan eksternal ini. Ketergantungan yang besar terhadap impor energi membuat dinamika di Timur Tengah cepat merambat ke pasar domestik.

Yudhistira menyoroti beberapa risiko utama bagi Indonesia:

Tekanan Inflasi: Kenaikan harga barang dan jasa akibat beban transportasi dan produksi.

Nilai Tukar Rupiah: Potensi pelemahan rupiah akibat ketidakpastian pasar global.

Defisit Transaksi Berjalan: Meningkatnya beban impor migas yang menekan neraca perdagangan.

“Indonesia sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, sehingga gejolak geopolitik seperti ini akan cepat memengaruhi inflasi dan nilai tukar kita,” tambahnya.

Langkah Mitigasi Pemerintah
Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah antisipasi strategis. Yudhistira menilai pengelolaan cadangan energi nasional dan diversifikasi pasokan energi menjadi kunci utama untuk memitigasi guncangan.

Stabilitas harga energi domestik dan ketahanan ekonomi nasional harus menjadi prioritas agar dampak lanjutan dari konflik Timur Tengah tidak melumpuhkan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang sedang berjalan. (PNJ)

REDAKSI

Recent Posts

Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,31 Juta TEUs, TPS Tambah 4 QCC dan 14 E-RTG

INVESTORJATIM.COM – Pertumbuhan perdagangan internasional mendorong kenaikan arus peti kemas di lingkungan PT Pelindo Terminal…

10 jam ago

Blibli Gelar Histeria 11.11 pada 3-13 November, Tawarkan Diskon Berjenjang

INVESTORJATIM.COM – Blibli menggelar program belanja Histeria 11.11: Nyari Pusat Diskon (NPD) pada 3-13 November…

11 jam ago

BEI-KSEI Lengkapi Data Saham di Atas 1%, Kini Ada Status Pengendali dan Afiliasinya

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kini…

16 jam ago

UM Gresik Raih Penghargaan Gubernur Jatim atas Kontribusi Pelestarian Mangrove

INVESTORJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) meraih penghargaan Gubernur Jawa Timur atas kontribusi dalam…

18 jam ago

Jatim Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, Emil Dardak Tekankan Sinergi Lintas Sektor

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya risiko…

19 jam ago

Gandeng FK Unair, TPS Beri Cek Kesehatan Gratis untuk Sopir Truk di Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK…

20 jam ago