Pengakuan Internasional Baru SNSU BSN Perkuat Daya Saing Ekspor dan Perlindungan Lingkungan

Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Badan Standardisasi Nasional (BSN)Y. Kristianto Widiwardono. Foto: Dok. BSN

JAKARTA, investorjatim – Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Badan Standardisasi Nasional (BSN) berhasil meraih 6 pengakuan internasional atas kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capability-CMC) baru. Pengakuan berupa 1 CMC baru di bidang pengukuran tekanan (pressure), 3 CMC baru di bidang pengukuran kimia anorganik, serta 2 CMC baru di bidang pengukuran kimia gas melalui Bureau International des Poids et Mesures (BIPM) atau Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan.

Deputi Bidang SNSU BSN, Y. Kristianto Widiwardono memaparkan ini artinya, alat ukur tekanan yang dikalibrasi ke SNSU BSN akan memperoleh keberterimaan hasil pengukuran dan kalibrasi di mata dunia internasional. Di bidang metrologi kimia, dengan tersedianya bahan acuan serta skema uji profisiensi berbasis akurasi di Indonesia, diharapkan dapat mempermudah laboratorium pengujian untuk memperoleh bahan acuan serta mengikuti Uji Profisiensi, sehingga dapat semakin meningkatkan kualitas hasil pengukuran/pengujian di Indonesia.

“Terpenting, dari sisi ekonomis, laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi tidak lagi mengeluarkan biaya lebih mahal untuk mengalibrasi alat ukur atau membeli bahan acuan di luar negeri,” ujar Kristianto Widiwardono dalam keterangannya, dikutip Senin (14/10/2024).

Hal ini akan mendukung aktivitas komoditas ekspor dalam perdagangan yang membutuhkan pengakuan setara di mata dunia internasional. Juga untuk sektor lingkungan, pengukuran yang akurat, reliabel dan tertelusur dari air dan udara menjadi basis yang penting untuk mendukung pemantauan parameter air limbah dan penurunan emisi dalam upaya mencapai target Net Zero Emission (NZE).

Menurut Kristianto, pengukuran tekanan merupakan aspek penting dalam sektor perdagangan untuk meminimalkan hambatan teknis perdagangan yang berkaitan dengan ekspor. Sebab hasil pengujian/pengukuran di negara pengekspor setara dengan negara tujuan ekspor. Serta dampak terhadap perlindungan konsumen dari produk-produk lokal maupun impor dapat dilaksanakan secara efektif karena didukung dengan data hasil pengujian/pengukuran yang valid dan tertelusur pada Sistem Satuan Internasional (SI).

“Sebagai contoh, hasil pengukuran tekanan digunakan untuk menentukan nilai transaksi minyak gas, baik transaksi domestik, maupun transaksi internasional. Melalui kesetaraan pengukuran tekanan yang diakui di tingkat internasional, negara kita memiliki landasan yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam transaksi perdagangan. Juga misalnya dalam perhitungan pajak untuk penjualan minyak dan gas oleh operator asing, maupun transaksi yang sehari-hari dilakukan oleh publik, sebagai contoh biaya bulanan penggunaan gas, volume gas tabung elpiji, dan transaksi lain yang memerlukan pengukuran tekanan,” ujar Kristianto.

Selanjutnya pengukuran kimia sangat dibutuhkan pada sektor lingkungan. Penyediaan data-data pengukuran dan pemantauan air dan udara yang akurat dan valid menjadi sangatlah penting bagi pemerintah yang berpedoman pada legalitas/regulasi yang berlaku di dalam negeri maupun internasional mengenai ambang batas cemaran di air dan emisi polutan gas di udara untuk memutuskan kebijakan lingkungan yang tepat.

“Hal ini dapat dicapai dengan memastikan bahwa instrument/peralatan pengukuran yang digunakan di laboratorium lingkungan, di sistem pemantauan air dan udara telah dikalibrasi dengan bahan acuan tersertifikasi tertelusur (Certified Reference Material-CRM) yang dikembangkan oleh SNSU-BSN agar menghasilkan data dengan keakuratan tinggi,” kata Kristianto.

“Pengakuan internasional ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk industri dalam negeri. Pengukuran yang akurat dan tertelusur akan memastikan bahwa produk yang dijual mematuhi standar keamanan dan kualitas, sehingga melindungi konsumen. Selain itu akan berdampak pada efisiensi biaya produksi, yang merupakan faktor kunci dalam persaingan pasar internasional,” pungkas Kristianto.

Dengan kemampuan pengukuran dan kalibrasi baru tersebut, SNSU BSN siap memberikan layanan yang lebih luas kepada laboratorium kalibrasi, laboratorium pengujian, industri, serta pemangku kepentingan lainnya di dalam negeri. Kebutuhan pengguna terhadap pengukuran dan kalibrasi alat ukur di bidang tekanan, kimia anorganik, dan kimia gas yang sebelumnya hanya tersedia di luar negeri, kini dapat diakomodir di dalam negeri melalui SNSU BSN. ros

REDAKSI

Recent Posts

Tanpa Andalkan Kredivo, Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan DPK Rp10 Triliun

INVESTORJATIM.COM – Bank digital PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom) mencatat pencapaian signifikan dengan menembus…

4 jam ago

OJK Perkuat Industri BPR dan BPRS, Aset Tumbuh Jadi Rp236,69 Triliun per Maret 2026

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan…

8 jam ago

PT PAL Raih Nilai Hampir Sempurna dari Angkatan Laut Filipina untuk Perawatan BRP Tarlac

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia kembali memperoleh pengakuan dari pasar internasional setelah menerima penilaian “Very…

9 jam ago

ICX Surabaya 2026 Ditutup, Perkuat Ekosistem Kopi dan Lahirkan Talenta Barista Nasional

INVESTORJATIM.COM – Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi menutup penyelenggaraan perdananya di Grand City Convention…

1 hari ago

IIMS Surabaya 2026 Lampaui Target, Kunjungan Tembus 36 Ribu Orang

INVESTORJATIM.COM – Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi berakhir pada Minggu (31/5/2026)…

2 hari ago

Queen Dawet: Ketika Mimpi Besar Dimulai dari Dapur Rumahan

INVESTORJATIM.COM — Perjalanan bisnis sering kali dimulai dari mimpi sederhana. Hal itu pula yang dialami…

3 hari ago