Categories: HeadlineIndeks

Penertiban Perlintasan KAI: 2.220 Ditutup, 1.089 Titik Masih Perlu Penanganan

INVESTORJATIM.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmen keselamatan perjalanan kereta api dengan melakukan penataan perlintasan sebidang secara masif. Tercatat, sejak tahun 2017 hingga April 2026, KAI telah berhasil menutup sebanyak 2.220 titik perlintasan liar di berbagai wilayah operasional.

Langkah tegas ini diambil guna meminimalisir risiko kecelakaan yang kerap terjadi di titik-titik yang tidak memenuhi standar keselamatan. Meski demikian, tantangan besar masih membentang karena tercatat masih ada 1.089 perlintasan liar yang belum tertangani.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa keberadaan perlintasan sebidang, terutama yang ilegal, membawa konsekuensi keselamatan yang serius bagi masyarakat maupun operasional kereta api.

“Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).

Saat ini, total terdapat 3.888 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatra. Dari jumlah tersebut, sekitar 28% atau 1.089 titik masih berstatus perlintasan liar yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Penataan Ruang Interaksi yang Aman
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari penataan ruang interaksi antara moda transportasi berbasis rel dan jalan raya.

Selain penutupan, sinergi antara KAI, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Daerah juga telah membuahkan hasil dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Sebanyak 564 titik perlintasan telah ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang melalui pembangunan flyover maupun underpass.

Edukasi dan Kedisiplinan Masyarakat
KAI menyadari bahwa infrastruktur saja tidak cukup. Aspek manusia memegang peranan kunci dalam menekan angka kecelakaan. Sepanjang 2024 hingga April 2026, KAI telah menggencarkan langkah preventif melalui:

4.988 kegiatan sosialisasi langsung di lokasi perlintasan.

687 edukasi di lingkungan sekolah dan tempat ibadah.

Pemasangan 1.745 media peringatan (spanduk/papan imbauan).

Anne mengingatkan masyarakat bahwa kereta api membawa ribuan nyawa dalam satu perjalanan dan memiliki karakteristik teknis yang tidak memungkinkan untuk berhenti mendadak.

“Kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Karena itu, disiplin saat melintas menjadi hal yang sangat penting. Ketika kebiasaan ini dilakukan secara bersama, keselamatan dapat terjaga dengan lebih baik,” tutup Anne. (AVG)

REDAKSI

Recent Posts

Hadapi Tekanan Global, Satgas Amankan Ketahanan Ekonomi dan Energi

INVESTORJATIM.COM - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi menegaskan bahwa ketahanan ekonomi…

1 jam ago

Kinerja Tahan Badai Global, Laba Pakuwon (PWON) Melonjak 29% di Kuartal I-2026

INVESTORJATIM.COM – Emiten properti dan pengelola pusat perbelanjaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja…

5 jam ago

Harga Jasa Kursi Roda di Masjidil Haram Melonjak di Tengah Membludaknya Jemaah

INVESTORJATIM.COM - Lonjakan drastis jumlah jemaah haji di Masjidil Haram mulai berdampak pada biaya layanan…

6 jam ago

Bank Jatim Luncurkan J-Connect Versi Baru, Targetkan 2 Juta Pengguna pada 2026

INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) meluncurkan aplikasi mobile banking…

7 jam ago

BKN Pastikan Hak Pensiun dan Santunan ASN Korban Insiden Bekasi Timur

INVESTORJATIM.COM - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan pemberian kenaikan pangkat anumerta dan hak pensiun kepada…

2 hari ago

ITS Pamerkan Benwit hingga ARMITS di Hadapan Dewan Pertahanan Nasional

INVESTORJATIM.COM — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi dan teknologi…

2 hari ago