Categories: Market

Peluang Karier Hijau Kian Terbuka, Uni Eropa Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia

Green Jobs diprediksi bakal menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan di masa depan seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap keberlanjutan lingkungan

JAKARTA, INVESTOR JATIM – Istilah Green Jobs atau pekerjaan hijau mungkin belum begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun, jenis pekerjaan ini diprediksi bakal menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan di masa depan seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan dokumen peta jalan Kementerian PPN/Bappenas, pekerjaan hijau didefinisikan sebagai aktivitas kerja yang berkontribusi pada pelestarian atau pemulihan lingkungan, sekaligus mendukung pekerjaan yang layak. Pekerjaan ini dapat melibatkan tugas, keterampilan, proses produksi, atau hasil (produk/jasa) yang ramah lingkungan.

Ruang lingkup green jobs mencakup sektor-sektor tradisional seperti manufaktur dan konstruksi, hingga bidang baru seperti energi terbarukan dan ekonomi sirkular.

Komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060 sebagaimana diamanatkan dalam Perjanjian Paris 2015, semakin memperluas kebutuhan akan solusi berkelanjutan serta tenaga kerja terampil di bidang lingkungan, energi, dan konservasi sumber daya alam.

Peluang karier di bidang ini pun semakin terbuka lebar. Data Uni Eropa mencatat terdapat 190 institusi pendidikan dengan 1.380 program studi green engineering di 27 negara anggotanya. Tak hanya itu, Uni Eropa juga menyediakan 195 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang tersebut.

Survei Uni Eropa mengenai potensi pengembangan green engineering mengidentifikasi tiga sektor pekerjaan hijau yang paling menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia, yaitu:

  1. Desain Bangunan Hijau dan Konstruksi Berkelanjutan (Green Building Design and Sustainable Construction)
  2. Teknik Energi dan Teknologi Terbarukan (Energy Engineering and Renewable Technology)
  3. Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan (Sustainable Agriculture and Forestry)

Dalam siaran tertulis, Kamis (6/11/2025), Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia sekaligus pakar arsitektur dan teknologi lingkungan, Dr.-Ing. Ir. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc., GP, IPU., mengatakan bahwa seiring pesatnya pembangunan di Indonesia, kebutuhan terhadap tenaga profesional di sektor berkelanjutan akan semakin besar.

“Uni Eropa merupakan kawasan yang memberi perhatian besar terhadap pengembangan pekerjaan hijau, dengan menyediakan beragam peluang studi dan beasiswa untuk mahasiswa dari seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ujar Ova.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang lingkungan dan energi berkelanjutan, peluang karier hijau bukan sekadar tren, melainkan masa depan dunia kerja yang berorientasi pada keberlanjutan. (Onny Asmara)

REDAKSI

Recent Posts

PELNI Perkuat Budaya Kerja Aman dan Inklusif Lewat Talkshow Respectful Workplace Policy 2026

INVESTORJATIM.COM — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang…

13 jam ago

Kenaikan BI Rate Ancam Pasar Properti, Pembeli Rumah Mulai Hitung Ulang Cicilan

INVESTORJATIM.COM – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi…

19 jam ago

Usai Transformasi AZKO, ACES Tebar Dividen Jumbo Rp548 Miliar

INVESTORJATIM.COM – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) memanjakan pemegang saham dengan membagikan dividen tunai…

21 jam ago

TPS Bekali Mahasiswa UNAIR soal Pengendalian Internal, Siapkan Calon Akuntan Hadapi Tantangan Dunia Kerja

INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam dunia bisnis, pemahaman mengenai pengendalian…

2 hari ago

OJK Gandeng TP-PKK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan, Dorong Ketahanan Ekonomi Keluarga

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan perempuan melalui kolaborasi dengan…

2 hari ago

Program Liquidity Provider BEI Mulai Berbuah, Likuiditas Sejumlah Saham Melonjak hingga 119%

INVESTORJATIM.COM – Upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengatasi persoalan likuiditas pada sejumlah saham mulai…

2 hari ago