PCM Indonesia Dorong Kolaborasi Industri Bangunan Lewat ConNext 2025 di Surabaya

ConNext 2025 Bukukan Potensi Proyek Rp6 Miliar, PCM Indonesia Siap Ekspansi ke Kota Baru.

SURABAYA, INVESTORJATIM – PCM Indonesia kembali menggelar ConNext 2025, ajang temu profesional antara prinsipal material bangunan dengan arsitek, desainer interior, dan kontraktor. Acara yang berlangsung di Cold & Brew Cafe, kawasan CitraLand Surabaya dan dikemas santai namun tetap produktif sebagai ruang kolaborasi antar pelaku industri.

Creative Director PCM Indonesia sekaligus Founder Imajiwaktu, Louis Lie, mengatakan ConNext dirancang sebagai forum komunikasi langsung yang mendorong interaksi lebih personal. “Bukan sekadar presentasi produk, kami ingin menghadirkan dialog dua arah yang hangat antara prinsipal dan para profesional,” ujar Louis di sela acara, Rabu (12/11/2025).

PCM Indonesia mengusung tiga konsep utama dalam ConNext: Selling, Bounding, dan Branding. Melalui konsep Selling, para prinsipal mempresentasikan produk unggulan dalam suasana kafe yang santai. Sementara konsep Bounding menekankan kedekatan dan kepercayaan antarpeserta, dan Branding diarahkan untuk memperluas eksposur melalui kegiatan pameran.

Gelaran serupa sebelumnya sukses digelar di Malang, Kediri, dan Surabaya, serta akan berlanjut ke Purwokerto. Tahun depan, PCM Indonesia menargetkan ekspansi ke Yogyakarta, Makassar, dan Pekanbaru. Selain itu, pada Januari 2026, perusahaan akan mengadakan pameran BuildNext di Solo yang menargetkan 300–400 pengunjung per hari.

Louis menyebut, kegiatan ini telah menghasilkan kerja sama bisnis konkret. “Dari beberapa pertemuan sebelumnya, ada prinsipal yang langsung mendapatkan proyek senilai hingga Rp6 miliar. Ini menunjukkan efektivitas ConNext sebagai platform jejaring profesional,” katanya.

Pada edisi Surabaya, sebanyak 40 arsitek dan kontraktor hadir bersama 16 prinsipal, di antaranya Atap Salju, Highland Roofing, Mowilex, Arkamaya Group, Croma by Virgo, dan Olivera Granit. Mereka menampilkan inovasi material mulai dari atap, kaca, hingga sistem konstruksi modern.

Salah satu peserta, Wyne dari PT Sabe Indonesia produsen Atap Salju mengapresiasi kegiatan ini karena mempertemukan langsung produsen dengan calon pengguna. Produk Atap Salju disebut mampu menahan panas hingga 30% lebih baik dari atap konvensional, dengan harga Rp250 ribu–Rp300 ribu per meter.

“Jika atap biasa hanya menahan panas 2–3 jam, Atap Salju bisa mencapai delapan jam,” ungkap Wyne.

Louis berharap ConNext dapat menjadi wadah inspiratif bagi pelaku industri desain dan konstruksi. “Kami ingin membangun ekosistem kolaboratif agar para profesional dan prinsipal bisa tumbuh bersama,” tutupnya. (ONNY ASMARA)

REDAKSI

Recent Posts

OJK: Industri Perbankan Tetap Optimistis Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme industri perbankan tetap terjaga pada triwulan III/2026…

5 jam ago

LPS: Indeks Menabung Konsumen Naik Jadi 79,4 pada Agustus 2026

INVESORJATIM.COM — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Agustus 2026 menguat…

6 jam ago

Khofifah Dorong Radio Jadi Benteng Kedaulatan Informasi di Era Digital

INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong insan radio di seluruh Indonesia memperkuat…

8 jam ago

Bank Jatim Cetak Laba Rp1,2 Triliun hingga Kuartal II 2026, Naik 53,4 Persen

INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat pertumbuhan kinerja konsolidasi…

1 hari ago

Kemarau Panjang, PTPN I Regional 5 Salurkan 3.000 Liter Air Bersih per Hari untuk Warga Malang

INVESTORJATIM.COM – Musim kemarau membuat sejumlah warga di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur,…

1 hari ago

Bukan Sekadar Label Hijau, 3 Saham Ini Jadi Pionir Penanda Green Equity BEI

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tren investasi berkelanjutan, investor kini tidak hanya melihat apakah sebuah perusahaan…

1 hari ago