Optimistis dengan Kinerja 2025, Direksi Bank Jatim Kompak Borong Jutaan Lembar Saham

Ilustrasi: Jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kompak memborong saham perseroan sebanyak 1.439.000 lembar saham untuk investasi sebagai bentuk sense of belonging serta optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan di tahun 2025. Foto: Bank Jatim

SURABAYA, InvestorJatim – Jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kompak memborong saham perseroan sebanyak 1.439.000 lembar saham untuk investasi. Hal tersebut sebagai bentuk sense of belonging serta optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan di tahun 2025 ini.

Bank Jatim sebagai salah satu pelaku industri keuangan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Emiten dengan kode BJTM ini berkomitmen untuk selalu memberikan nilai tambah, baik dari peningkatan kapasitas bisnis secara linier maupun eksponensial.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, di tengah iklim kompetisi industri keuangan, perseroan memiliki pemahaman bahwa entitas bisnis harus terus adaptif agar tetap relevan bagi nasabah serta pemangku kepentingan didalamnya. Hal tersebut selaras dengan visi Bank Jatim untuk menjadi BPD No. 1 di Indonesia.

”Salah satu enabler dari peningkatan bisnis secara eksponensial adalah melalui aksi korporasi Kelompok Usaha Bank (KUB). Bank Jatim sukses menjadi salah satu pionir dalam implementasi aksi korporasi KUB antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan 5 BPD,” paparnya.

Aksi korporasi KUB tersebut meliputi sinergitas dalam 3 aspek. Pertama, aspek permodalan. Dalam hal ini Bank Jatim berfungsi sebagai strategic partner bersama Pemerintah Daerah setempat untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas BPD anggota KUB Bank Jatim. Kedua, aspek bisnis & keuangan dengan tujuan utama untuk mensinergikan kebutuhan dan menciptakan peluang baru, baik secara B2B ataupun government to business. Ketiga, aspek pendukung lainnya seperti penguatan GCG, peningkatan human capital dan corporate culture termasuk transfer technology information.

”Bank Jatim juga menjadi emiten yang secara konsisten membagikan deviden dengan historical deviden pay out dan deviden yield yang cukup besar. Rasio deviden pay out yang konsisten di angka rata-rata sebesar 58 persen dan dividen yield sebesar 11 persen. Tentu hal ini menandakan bahwa Bank Jatim juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional,” tegas Busrul.

Sebagai perusahaan publik, lanjut Busrul, Bank Jatim senantiasa selalu mengimplementasikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pertumbuhan yang berkelanjutan ini merupakan value beyond profit yang diberikan Bank Jatim sehingga dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan, masyarakat sekitar, maupun bagi pekerja sebagai main capital.

”Untuk kepedulian terhadap lingkungan, Bank Jatim memfokuskan pada beberapa sektor. Seperti pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan sosial melalui Corporate Social Responsibility,” tuturnya. Bank Jatim bersyukur bahwa value beyond profit tersebut telah mendapatkan apresiasi dalam berbagai ajang kompetisi. Selain itu, juga masuk dalam indeks saham ESG (Environmental, Social, Governance) SRIKEHATI kategori penerapan ESG “Risiko Sedang” yang dikeluarkan oleh ESG Sustainalytics Rating.

Seluruh rangkaian rencana strategis perseroan telah disusun secara komprehensif dalam Rencana Bisnis dan Rencana Korporasi Bank selama 4 tahun ke depan. Visi Perseroan untuk menjadi BPD No.1 di Indonesia tidak hanya meliputi sisi angka, namun mampu menjadi entitas bank yang menjadi role model bagi peers nya dengan tetap mempertahankan karakteristik sebagai mitra strategis Pemegang Saham Utama. Perwujudan BPD No 1 ini secara timeline juga dituangkan dalam corporate plan Bank Jatim dan terbagi dalam 3 fase diantaranya Foundation Building, Growth Acceleration, Market Leadership.

Saat ini Bank Jatim sudah masuk dalam fase kedua, yaitu bertumbuh lebih cepat dengan memperkuat proses bisnis inti, masuk kepada segmen kredit komersial dan intensifikasi sinergi Group BPD.

Melihat semua pencapaian Bank Jatim tersebut, maka tak heran bahwa kinerja Bank Jatim sampai saat ini masih sangat solid di tengah fluktuasi fundamental yang ada. Itu dibuktikan dengan seluruh direksi Bank Jatim yang telah kompak memborong saham perseroan untuk investasi. Hal tersebut sebagai bentuk sense of belonging serta optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan di tahun 2025 ini.

“Kami optimis prospek bisnis di tahun 2025 ini akan sangat baik dan tentu bankjatim akan selalu konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor,” pungkas Busrul. ros

REDAKSI

Recent Posts

Pemkab Gresik Percepat Operasionalisasi 356 KDKMP

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat…

10 jam ago

OJK Pacu Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat reformasi pasar modal Indonesia untuk meningkatkan transparansi, likuiditas,…

11 jam ago

IPO Bukan Cuma untuk Konglomerat: BEI Bongkar Mitos Pasar Modal yang Bikin Pengusaha Menengah Minder

INVESTORJATIM.COM – IPO itu hanya untuk perusahaan besar, punya omzet triliunan, dan pemiliknya sudah masuk…

13 jam ago

IHSG Terkoreksi, BEI Tegaskan Reformasi Jalan Terus dan Fundamental Emiten Masih Tumbuh

INVESTOR JATIM.COM – Kabar dari MSCI Inc. pada 15 Oktober 2026 sempat membuat pasar bergejolak.…

13 jam ago

Optimalkan Potensi PLTA Dalam Negeri, PLN Nusantara Power Andalkan Teknologi AI

INVESTORJATIM.COM – Upaya mewujudkan swasembada energi tidak hanya dilakukan dengan membangun pembangkit baru, tetapi juga…

1 hari ago

Strategi Belanja Akhir Bulan: Pilih Kebutuhan Prioritas untuk Kurangi Kerepotan Harian

INVESTORJATIM.COM – Memasuki akhir Oktober, banyak aktivitas yang datang bersamaan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang…

2 hari ago