Categories: HeadlineIndeksMarket

OJK: 21 Emiten Bakal Buyback Tanpa RUPS, Siapkan Anggaran Rp 14,97 Triliun

Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maret 2025 secara virtual, Jumat (11/04/2025). Foto: OJK

JAKARTA, InvestorJatim – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 21 emiten yang akan buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 14,97 triliun.

“Hingga 9 April 2025, terdapat 21 emiten yang berencana untuk melakukan buyback tanpa RUPS dengan total anggaran dana sebesar Rp 14,97 triliun. Hampir mencapai Rp 15 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2025 secara virtual, Jumat (11/4/2025).

Inarno mengatakan, kebijakan buyback tersebut diatur dalam ketentuan Pasal 7 Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 dan bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi emiten dalam menghadapi kondisi pasar yang bergejolak. Selain itu, terdapat 15 dari 21 emiten yang telah melakukan buyback tanpa RUPS dengan nilai realisasi sebesar Rp 429,72 miliar,” tambahnya.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang semapat tertekan belakangan ini. Salah satu peristiwa yang menghebohkan adalah trading halt selama 30 menit pada 18 Maret 2025 lalu.

Saat itu, IHSG mendadak ambrol 420,97 poin atau minus 6,58 persen ke posisi 6.046. Para pejabat negara, seperti Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bahkan langsung mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menenangkan investor.

Indeks kembali terguncang, mengalami trading halt usai anjlok 9,19 persen ke level 5.912 pada pembukaan perdagangan usai libur panjang lebaran 2025 pada Selasa (9/4/2025). Pada hari itu, BEI turut merevisi batas penghentian sementara pelaksanaan perdagangan efek dari 5 persen menjadi 8 persen untuk trading halt 30 menit.

“(Pada) 10 April 2025 tercatat hasil positif, di mana closing IHSG pada level 6.254 atau secara day to day naik sebesar 4,79 persen. Walaupun, secara year to date (ytd) masih turun sebesar 11,67 persen,” ungkap Inarno.

OJK, tambah Inarno, akan terus melakukan monitoring atas perkembangan pasar dan tentunya untuk mengambil respons kebijakan yang cepat dan tepat dalam memitigasi volatilitas pasar. Daristama

REDAKSI

Recent Posts

Pakar ITS: Kualitas Udara Surabaya Tidak Sehat Pagi Hari, Warga Diminta Waspada

INVESTORJATIM.COM – Kualitas udara di Kota Surabaya menjadi sorotan di tengah cuaca panas yang masih…

13 jam ago

IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Jumat Pagi

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada Jumat,…

2 hari ago

Survei Kepuasan 93,3 Persen, Penanganan Klaim TPS Diapresiasi Pelanggan

INVESTORJATIM.COM – Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dalam meningkatkan kualitas layanan membuahkan hasil positif.…

2 hari ago

Produksi Emas Pani Bakal Dobel, Merdeka Gold Resources Siapkan Fasilitas CIL Kedua

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS; HKEX: 6228) akan mengakselerasi Proyek Pani…

2 hari ago

Emil Dardak Dorong Literasi Keuangan Syariah Jatim Berujung Aksi Nyata

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di…

2 hari ago

Pupuk Indonesia Siapkan 8,5 Ton Pupuk Subsidi di KDKMP Tambakrejo Sidoarjo

INVESTORJATIM.COM - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok sekitar 8,5 ton pupuk bersubsidi di Koperasi…

2 hari ago