Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tahun buku 2025, MBMA membukukan pendapatan sekitar US$1,435 miliar dengan EBITDA sebesar US$219 juta. Capaian ini ditopang oleh peningkatan volume produksi nikel serta kontribusi signifikan dari operasi pengolahan (hilir).
Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga stabilitas operasional di tengah fluktuasi pasar komoditas.
Operasional Menguat, Hilirisasi Jadi Penopang
Sepanjang 2025, MBMA mencatat kemajuan operasional di seluruh rantai nilai nikel terintegrasi. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menjadi motor utama dengan lonjakan produksi yang didorong optimalisasi efisiensi.
Produksi bijih saprolit tercatat mencapai 7 juta wet metric ton (wmt), sementara limonit sebesar 14,7 juta wmt. Pasokan ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan fasilitas hilir sekaligus memperkuat integrasi bisnis perseroan.
Di sisi hilir, peningkatan kapasitas pengolahan turut mendongkrak margin. Produksi Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 73.871 ton, sedangkan High-Grade Nickel Matte (HGNM) sebesar 19.998 ton. Adapun proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sekitar 25.994 ton.
Sementara itu, proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dijalankan melalui PT Merdeka Tsingshan Indonesia terus menunjukkan perkembangan dan berada di jalur menuju kapasitas produksi penuh.
Di tengah tren penurunan harga nikel global, MBMA mampu menjaga kinerja melalui kombinasi peningkatan volume, efisiensi biaya, dan optimalisasi integrasi dari hulu hingga hilir. Perseroan juga melakukan pengendalian biaya secara disiplin di tengah kenaikan beban operasional, termasuk dampak kebijakan biodiesel dan penyesuaian tarif royalti.
Target Produksi Naik pada 2026
Memasuki 2026, MBMA menatap ekspansi dengan target produksi yang lebih tinggi. Produksi saprolit diproyeksikan mencapai 8–10 juta wmt, sedangkan limonit ditargetkan sebesar 20–25 juta wmt.
Di sektor hilir, produksi NPI dipatok di kisaran 70.000–80.000 ton dan HGNM sebesar 44.000–48.000 ton.
Perseroan juga melanjutkan strategi efisiensi biaya, termasuk upaya mencapai swasembada bijih 100% pada 2026 seiring peningkatan pasokan internal dari SCM.
Selain itu, operasional Feed Preparation Plant (FPP) mulai dijalankan untuk mengalirkan slurry limonit melalui pipa ke fasilitas HPAL PT ESG New Energy Material. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung target produksi MHP sebesar 27.000–30.000 ton.
Adapun proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) dengan kapasitas 90.000 ton nikel per tahun masih berjalan sesuai rencana, dengan commissioning jalur pertama ditargetkan pada semester II/2026.
Perkuat ESG, Bidik Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Di sisi keberlanjutan, MBMA terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sepanjang 2025, perseroan mencatat peningkatan dalam aspek keselamatan kerja, efisiensi energi dan air, serta pengelolaan lingkungan.
Program pengembangan masyarakat dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal juga terus diperluas, seiring upaya menekan emisi melalui optimalisasi operasional.
Presiden Direktur MBMA Teddy Oetomo menyatakan perseroan akan terus mempercepat pengembangan ekosistem hilir terintegrasi.
“MBMA berhasil mempertahankan kinerja tangguh di tengah tekanan harga nikel global, didukung peningkatan volume produksi dan margin hilir. Ke depan, kami fokus memperkuat pertumbuhan jangka panjang melalui hilirisasi,” ujarnya.
Dengan fondasi operasional yang kuat dan portofolio aset terintegrasi, MBMA optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan dari meningkatnya permintaan global, khususnya dalam rantai pasok industri kendaraan listrik. (Onny)
INVESTORJATIM.COM, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menghadirkan program Genera-Z Berbakti pada…
INVESTORJATIM.COM – Tren pengiriman selama Ramadan 2026 menunjukkan pergeseran menarik. Bukan hanya kebutuhan Lebaran yang…
INVESTORJATIM.COM – Kebijakan Work From Home (WFH) satu hari per minggu bagi Aparatur Sipil Negara…
INVESTORJATIM.COM — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A terkait…
INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mencatatkan kinerja keuangan yang…
INVESTORJATIM.COM — Kinerja keuangan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sepanjang 2025 menunjukkan akselerasi yang…