Categories: Lifestyle

Libur Panjang Meledak, Hotel Panen Tamu Dadakan, Wisatawan Domestik Makin Spontan

Foto ilustrasi

INVESTORJATIM.COM – Gelombang libur panjang di bulan Mei—dari Hari Buruh hingga Idul Adha—bukan sekadar jeda dari rutinitas. Bagi industri perhotelan, ini adalah momen “panen raya” yang datang lebih cepat, lebih padat, dan lebih tak terduga. Data terbaru dari SiteMinder menunjukkan satu perubahan besar: wisatawan domestik Indonesia kini makin spontan, fleksibel, dan kian dominan dalam menggerakkan pasar.

Momentum ini sejatinya sudah terlihat sejak periode Lebaran. Tradisi mudik yang selama ini identik dengan pulang kampung, kini berevolusi menjadi perjalanan rekreasi. Pada Maret lalu, wisatawan domestik menyumbang 52% dari total pemesanan hotel—naik dari 48% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini konsisten menguat: sepanjang 2025, kontribusi tamu domestik mencapai 48%, meningkat dari 43% pada 2024.

Fenomena ini terasa nyata di berbagai destinasi. Lombok mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 7,5%, disusul Yogyakarta sebesar 7,1% dan Bandung sebesar 6,8%—seluruhnya melampaui rata-rata nasional 2,6%. Sementara itu, Bali tetap stabil dengan pertumbuhan tipis 0,1%, menandakan pasar yang sudah matang dengan permintaan tinggi sejak awal.

Namun, di balik lonjakan itu, ada perubahan perilaku yang lebih menarik: wisatawan kini memesan lebih mepet ke hari keberangkatan. Lead time pemesanan nasional menyusut dari 16 hari menjadi 15 hari. Di Lombok bahkan turun drastis menjadi rata-rata 20 hari dari sebelumnya 24 hari. Bandung mencatat pola paling ekstrem, dengan waktu pemesanan hanya 8 hari sebelum check-in.

Country Manager Indonesia Fifin Prapmasari melihat perubahan ini sebagai sinyal pergeseran gaya berwisata. Lebaran, menurutnya, masih berakar pada kebersamaan keluarga, tetapi kini dibarengi keinginan menciptakan pengalaman baru—mulai dari staycation hingga eksplorasi destinasi regional. Fleksibilitas menjadi kata kunci.

Di sisi lain, persaingan harga justru makin ketat. Rata-rata tarif kamar nasional turun 3,3% menjadi Rp1,71 juta. Bali mencatat koreksi terdalam hingga 7,4%, diikuti Yogyakarta dan Lombok. Hanya Bandung yang mampu melawan tren dengan kenaikan tarif 2,5%.

Kombinasi antara lonjakan permintaan, pemesanan mendadak, dan tekanan harga ini menciptakan lanskap baru bagi industri hotel. Libur panjang bukan lagi sekadar periode ramai, melainkan arena adu strategi. Hotel dituntut tak hanya menjual kamar, tetapi juga merancang pengalaman yang relevan—paket menginap, fleksibilitas layanan, hingga strategi harga yang lincah.

Dengan kalender long weekend yang masih berlanjut, satu hal menjadi jelas: wisatawan domestik kini memegang kendali. Dan bagi pelaku industri, siapa yang paling cepat beradaptasi, dialah yang akan paling banyak menuai cuan. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Blibli Dorong “JEDA 10 Detik” untuk Redam Respons Impulsif di Era Digital

INVESTORJATIM.COM – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) menggulirkan inisiatif “JEDA” (Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check,…

9 menit ago

Wisudawan Terbaik UNESA Kembangkan Chatbot Pembelajaran, Ainus Salsabilla Dorong Literasi Sains di Sekolah

INVESTORJATIM.COM – Rasa bangga dan haru menyelimuti Ainus Salsabilla (24), wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya…

38 menit ago

Kampung Nelayan Bebas TB: Strategi Sosial PLN Nusantara Power Dorong Eliminasi Tuberkulosis

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan transisi energi dan tuntutan keberlanjutan, PLN Nusantara Power (PLN NP)…

1 jam ago

Digital atau Tertinggal: Proyek Properti Komersial Hadapi Ujian Eksekusi

INVESTORJATIM.COM – Di tengah geliat sektor properti komersial yang kian agresif, satu hal mulai menjadi…

1 jam ago

TPS Fokus Bangun Sinergi untuk Pastikan Layanan Berkelanjutan

INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) secara berkesinambungan senantiasa memperbarui semangat segenap keluarga besar…

2 jam ago

TPS Kibarkan “RESILIENCE”, Strategi Baru Hadapi Tekanan Logistik Global

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperbarui arah strateginya dengan mengusung tagline RESILIENCE sejak…

6 jam ago