Tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan dipastikan akan meningkat selama libur Nataru.
SURABAYA, INVESTORJATIM – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai memberi efek positif bagi sektor ritel, meski peningkatannya belum merata di seluruh wilayah. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencatat adanya kenaikan kunjungan dan penjualan di pusat perbelanjaan menjelang akhir tahun.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyampaikan, lonjakan aktivitas belanja mulai terasa sejak 25 Desember 2025. Namun, secara agregat, kenaikan trafik pengunjung mal masih berada di kisaran satu digit.
“Kalau dilihat secara umum memang sudah ada kenaikan, tapi masih di bawah 10%. Belum melonjak signifikan,” ujarnya, seperti dikutip Minggu (28/12/2025).
Meski demikian, Budihardjo menilai suasana pusat perbelanjaan semakin hidup dalam beberapa hari terakhir. Gerai ritel mencatat perbaikan penjualan, sementara tenant makanan dan minuman terlihat lebih ramai dibanding hari-hari biasa.
Menurutnya, tren ini berpotensi berlanjut hingga awal Januari 2026, seiring masih berlangsungnya rangkaian libur dan berbagai agenda promosi yang digelar pengelola mal.
“Puncaknya justru mulai terlihat setelah tanggal 25. Banyak laporan dari anggota kami, mal mulai padat, restoran penuh, dan kegiatan masih berjalan sampai 4 Januari. Jadi atmosfer liburan masih terasa,” katanya.
Hippindo juga menilai kebijakan stimulus pemerintah selama periode liburan ikut berperan dalam mendorong pergerakan masyarakat. Diskon transportasi, baik kereta api, pesawat, maupun tarif tol, dinilai meningkatkan mobilitas yang pada akhirnya berdampak pada kunjungan ke pusat perbelanjaan.
Efek lanjutan dari kebijakan tersebut mendorong pelaku ritel ikut agresif menawarkan potongan harga untuk menarik minat belanja konsumen.
“Stimulus mobilitas itu menciptakan perputaran. Masyarakat yang biasanya menahan belanja akhirnya tergerak karena banyak diskon, baik dari transportasi maupun produk ritel,” jelas Budihardjo.
Dengan tren yang mulai membaik, Hippindo optimistis kinerja ritel selama periode Nataru tahun ini berpeluang melampaui capaian tahun lalu. Hingga awal Januari, asosiasi melihat peluang kenaikan trafik dan omzet masih terbuka.
“Trennya sudah positif. Kami cukup yakin hasil akhirnya bisa lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Memasuki 2026, Hippindo juga berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam penertiban peredaran barang ilegal. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan persaingan yang sehat dan memperkuat posisi ritel fisik.
“Kalau pengawasan barang ilegal konsisten, ritel offline akan semakin kuat. Harapannya, pertumbuhan bisa lebih stabil dan kembali ke jalur dua digit,” tutup Budihardjo. (Onny)
INVESTORJATIM.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendorong…
INVESTORJATIM.COM — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) menyatakan langkah transformasi bisnis yang dijalankan sejak…
INVESTORJATIM.COM — Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Pre-Event Launching JConnect,…
INVESTORJATIM.COM - Telkomsel menghadirkan “Paket Hot Promo” sebagai pilihan paket internet terbaru yang dirancang untuk…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah dorongan memperkuat industri maritim nasional, PT PAL Indonesia justru memilih merayakan…
INVESTORJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas…