Categories: Business

Lewat Program Co-Firing, PLN Hadirkan Solusi Atasi Masalah Sampah di Indramayu

Penandatanganan MoU antara PJB dengan Pemkab Indramayu terkait pengolahan sampah menjadi biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara (co-firing) di PLTU PLN, di Badung, Bali pada Kamis (30/6/2022). Fito: Ist

BADUNG, investorjatim – PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk mengolah sampah menjadi biomassa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara (co-firing) di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PJB dengan Pemkab Indramayu di Badung, Bali pada Kamis (30/6/2022).

Melalui kerja sama ini, nantinya Pemkab Indramayu dan PLN akan melakukan penelitian sekaligus pengembangan pengelolaan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). BBJP ini nantinya akan masif dilakukan di daerah lain dan mampu mensubtitusi kebutuhan batu bara sampai 500 ribu ton per tahun. Melalui penggunaan biomassa ini sejak tahun lalu hingga saat ini, PLN mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 481 ribu ton.

Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menjelaskan, untuk mewujudkan target Carbon Neutral, PLN mempunyai peran yang sangat siginifikan. Sesuai roadmap yang tertuang dalam RUPTL 2021-2030 PLN akan meningkatkan porsi pembangkit berbasis energi bersih juga melalui teknologi co-firing.

Susyanto menilai teknologi ini bisa diimplementasikan dengan cepat melalui aset PLTU yang ada saat ini. Sedangkan untuk bisa membuat program ini bisa berjalan baik, maka perlu adanya kolaborasi baik antara BUMN maupun stakeholder lain.

“Untuk menjaga ketersediaan pasokan biomassa ini diperlukan kolaborasi yang baik dari semua stakeholder. Kalau ini berjalan baik, maka target bauran energi bisa tercapai pada akhirnya,” kata Susyanto.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, melalui sinergi ini PLN dan Pemda bisa mencapai dua cita-cita sekaligus. Pertama, membantu Pemda untuk bisa mengolah sampah kota untuk jadi sumber energi yang mempunyai nilai ekonomis.

“Kedua, PLN membutuhkan biomassa untuk mendukung program co-firing di PLTU kami. Dengan kolaborasi ini, maka sampah kota yang sebelumnya selalu jadi momok bisa diolah bersama untuk menjadi sumber energi domestik,” kata Darmawan.

PLN secara bertahap terus menerapkan teknologi co-firing hingga menjadi 52 PLTU dengan total kapasitas 18 GW pada tahun 2025. Untuk mendukung program ini, PLN membutuhkan pasokan biomassa mencapai 10,2 juta ton per tahunnya pada 2025 sehingga dapat menekan emisi karbon sebesar 11 juta ton CO2 dan gas rumah kaca setiap tahunnya.

“Untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku biomassa, PLN berkolaborasi dengan berbagai BUMN, pemerintah daerah hingga swasta,” terang Darmawan.

Tak hanya itu, PLN juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam penanaman tanaman biomassa bahkan ada pula yang mengelola sampah rumah tangga wilayahnya untuk dijadikan pelet sebagai bahan baku sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat.

Melalui co-firing, PLN mampu dengan cepat meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) karena dapat mensubtitusi batu bara dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini merupakan upaya PLN dalam mendukung Pemerintah dalam percepatan pemanfaatan EBT menuju target 23% pada tahun 2025.(ROS)

REDAKSI

Recent Posts

Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Buktikan Budaya Lokal Mampu Tembus Pasar Global

INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026…

6 jam ago

EXCOTEL Design Hotel Surabaya Bidik Pasar Family Staycation Lewat Tiga Paket Menginap

INVESTORJATIM.COM - EXCOTEL Design Hotel Surabaya memperkuat strategi bisnis di segmen family staycation dan pemesanan…

7 jam ago

PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Tegaskan Profesi Pers Harus Dihormati

INVESTORJATIM.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat meminta advokat Hotman Paris Hutapea menyampaikan permohonan maaf…

10 jam ago

UMKM Pasuruan Olah Buah Siwalan Jadi Minuman Premium, Oiry Dessert Raup Permintaan hingga 100 Cup per Hari

INVESTORJATIM.COM — Potensi buah siwalan yang melimpah di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dimanfaatkan pelaku usaha…

16 jam ago

Bupati Bojonegoro Berangkatkan 250 Peserta Pembekalan Geopark, Perkuat SDM Desa untuk Kembangkan Green Tourism

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkuat pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber…

19 jam ago

Arus Bongkar Muat Pelabuhan Gresik Naik 18,7% pada Semester I 2026, Pelindo Multi Terminal Tambah Tiga Pelanggan Baru

INVESTORJATIM.COM — PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja operasional sepanjang…

1 hari ago