Categories: HeadlineIndeks

Lebih Berat dari Tuntutan JPU, Enam Terdakwa Korupsi Tanjung Perak Divonis 4 Tahun

INVESTORJATIM.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada enam terdakwa kasus korupsi proyek pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak periode 2023–2024. Vonis yang dibacakan dalam sidang terbuka di Ruang Cakra PN Surabaya pada Jumat (14/8/2026) ini jauh lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak yang sebelumnya menuntut dua tahun penjara.

Enam terdakwa tersebut berasal dari dua instansi, yakni tiga pejabat PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 dan tiga petinggi PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Para terdakwa dari Pelindo Regional 3 meliputi:

1. Ardhy Wahyu Basuki (Regional Head periode 2021–2024)

2. Hendiek Eko Setiantoro (Division Head Teknik)

3. Erna Hayu Handayani (Senior Manager Pemeliharaan Fasilitas)

Sementara dari PT APBS meliputi:

1. Firmaniansyah (Direktur Utama periode 2020–2024)

2. Made Yuni Christina (Direktur Komersial periode 2021–2024)

3. Dwi Wahyu Setyawan (Manajer Operasi periode 2020–2024)

Denda Rp200 Juta atau Tambahan Penjara 80 Hari
Hakim Ketua, Ratna Dianing Wulansari, menegaskan bahwa seluruh terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 603 juncto Pasal 20 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain hukuman kurungan badan, majelis hakim juga membebani masing-masing terdakwa dengan sanksi denda.

“Para terdakwa dibebani denda sebesar Rp200 juta yang dapat diangsur selama lima bulan. Apabila tidak dilunasi hingga tenggat waktu, harta kekayaan atau pendapatan terpidana akan disita dan dilelang oleh jaksa,” ujar Hakim Ratna saat membacakan amar putusan.

Jika hasil lelang harta benda maupun pendapatan terpidana tidak mencukupi untuk melunasi denda, maka akan diganti dengan sanksi pidana penjara pengganti selama 80 hari.

Sikap JPU dan Penasihat Hukum
Merespons putusan hakim yang lebih berat dari tuntutan awal, baik tim JPU maupun tim penasihat hukum para terdakwa menyatakan sikap pikir-pikir.

Sesuai ketentuan, kedua belah pihak diberikan waktu selama tujuh hari ke depan untuk menentukan apakah akan mengajukan upaya hukum banding atau menerima putusan tersebut. Apabila tidak ada langkah hukum lanjutan hingga batas waktu berakhir, maka putusan ini dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkrah). (EBW)

REDAKSI

Recent Posts

Bank Jatim Cetak Laba Rp1,2 Triliun hingga Kuartal II 2026, Naik 53,4 Persen

INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat pertumbuhan kinerja konsolidasi…

12 jam ago

Kemarau Panjang, PTPN I Regional 5 Salurkan 3.000 Liter Air Bersih per Hari untuk Warga Malang

INVESTORJATIM.COM – Musim kemarau membuat sejumlah warga di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur,…

14 jam ago

Bukan Sekadar Label Hijau, 3 Saham Ini Jadi Pionir Penanda Green Equity BEI

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tren investasi berkelanjutan, investor kini tidak hanya melihat apakah sebuah perusahaan…

16 jam ago

PT PAL Perkuat Kapabilitas Kapal Selam dan Teknologi Bawah Laut

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia memperkuat kemampuan industri pertahanan bawah air dengan mengembangkan kapasitas produksi…

16 jam ago

ITS Kembangkan Baterai Aluminium-Udara Berbasis Air Laut, Bisa untuk Perangkat Darurat

INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan prototipe baterai isi ulang berbasis aluminium-udara yang…

16 jam ago

REI Jatim Buka Institut Properti, Bidik Lahirnya Developer Baru

INVESTORJATIM.COM – DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur mendorong lahirnya pengembang properti baru yang…

20 jam ago