Proses pengisian hidrogen pada kendaraan berbasis hidrogen di Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 2.0, Unit Pembangkitan Rembang, Jawa Tengah.
REMBANG, INVESTORJATIM – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melangkah lebih jauh dalam pengembangan energi bersih nasional dengan meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 2.0 di Unit Pembangkitan Rembang. Fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem hidrogen nasional berbasis inovasi dalam negeri.
Peresmian HRS generasi terbaru tersebut dirangkai dengan diskusi lintas pemangku kepentingan yang melibatkan Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE). Forum ini menegaskan percepatan pengembangan hidrogen dari sisi produksi hingga pemanfaatan akhir.
Keberadaan HRS Merah Putih 2.0 mempertegas posisi PLN Nusantara Power sebagai pelopor pemanfaatan hidrogen hijau di Indonesia. Fasilitas ini dikembangkan dari potensi hidrogen yang sebelumnya belum termanfaatkan optimal pada operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Melalui pendekatan riset berkelanjutan, potensi tersebut kini diolah menjadi infrastruktur energi bersih bernilai tambah.
Dari sisi teknologi, HRS Merah Putih 2.0 merupakan hasil kolaborasi riset internal PLN Nusantara Power dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Versi terbaru ini mengusung teknologi yang lebih efisien serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 60%, mencerminkan kemandirian teknologi nasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa pengembangan hidrogen menjadi bagian integral dari strategi perusahaan menuju target Net Zero Emission 2060.
“Inovasi di sektor pembangkitan ini, menjadi kunci untuk mempercepat transisi menuju sistem energi rendah karbon,” ujarnya dalam keterangan resmi Rabu (31/12/2025).
Unit Pembangkitan Rembang sendiri memiliki kapasitas produksi hidrogen sekitar 8,94 ton per tahun yang digunakan untuk sistem pendingin generator. Namun, kebutuhan operasional hanya menyerap sebagian kecil, menyisakan potensi excess hydrogen sekitar 7,5 ton per tahun. Melalui HRS Merah Putih 2.0, potensi tersebut kini dimanfaatkan sebagai fondasi awal pengembangan ekosistem hidrogen di lingkungan pembangkit.
Ke depan, PLN Nusantara Power berencana memperluas penerapan HRS secara bertahap di sejumlah unit pembangkit lain, seperti Indramayu, Tanjung Awar-awar, Gresik, Paiton, Muara Tawar, Pacitan, serta peningkatan fasilitas HRS 1.0 di Muara Karang.
Pengembangan jaringan HRS ini diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional pembangkit, memperkuat kapabilitas teknologi nasional, sekaligus membuka peluang pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi bersih masa depan.
Melalui inisiatif ini, PLN Nusantara Power menegaskan perannya dalam mendukung kebijakan energi nasional, memperkuat ketahanan energi, serta mendorong transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (Onny)
INVESTORJATIM.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendorong…
INVESTORJATIM.COM — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) menyatakan langkah transformasi bisnis yang dijalankan sejak…
INVESTORJATIM.COM — Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Pre-Event Launching JConnect,…
INVESTORJATIM.COM - Telkomsel menghadirkan “Paket Hot Promo” sebagai pilihan paket internet terbaru yang dirancang untuk…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah dorongan memperkuat industri maritim nasional, PT PAL Indonesia justru memilih merayakan…
INVESTORJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas…