Categories: Indeks

Konsumsi Menggeliat Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp3 Triliun di Jatim

Regional Business Partner Head Region VIII Jawa 3 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Theresia Pratiwi Hestari (tengah) saat media gathering di Surabaya.

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM –  Aktivitas konsumsi masyarakat di Surabaya dan Jawa Timur mulai menunjukkan peningkatan menjelang periode Ramadan hingga Lebaran 2026. Indikasi ini terlihat dari ramainya pusat perbelanjaan, lonjakan transaksi, hingga tingginya antusiasme masyarakat dalam berbagai program promosi ritel seperti late night sale di awal Maret.

Regional Business Partner Head Region VIII Jawa 3 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Theresia Pratiwi Hestari, mengungkapkan bahwa tren belanja masyarakat mengalami kenaikan signifikan, terutama pada akhir pekan. “Pusat-pusat perbelanjaan sudah kembali dipadati pengunjung. Bahkan dari diskusi kami dengan pelaku usaha, terjadi lonjakan aktivitas hingga sekitar 20% pada pekan ini,” ujarnya, dalam acara media gathering dan buka bersama di Surabaya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, meskipun masih berada di awal bulan puasa. Secara tahunan (year-on-year), aktivitas ekonomi di Jawa Timur juga mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik.

Kenaikan konsumsi ini diyakini akan berdampak langsung terhadap perputaran sektor riil, termasuk transportasi, logistik, serta infrastruktur sistem pembayaran. “Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik terlihat semakin meningkat di 2026, ini menjadi indikator penting bahwa ekonomi mulai bergairah,” katanya.

Seiring dengan tren tersebut, Bank Mandiri menyiapkan likuiditas tunai sebesar Rp3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran. Dana tersebut dialokasikan untuk pengisian sekitar 1.600 mesin ATM dan CRM yang tersebar di Surabaya dan wilayah Jawa Timur, dalam periode 24 Februari hingga 20 Maret 2026.

Jumlah ini meningkat sekitar Rp200 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp2,8 triliun. “Peningkatan alokasi ini sejalan dengan proyeksi kebutuhan masyarakat yang juga meningkat,” jelas Theresia.

Selain kesiapan uang tunai, Bank Mandiri juga mengandalkan penguatan layanan digital melalui super app Livin’ by Mandiri. Saat ini, sekitar 60% transaksi nasabah telah beralih ke platform digital tersebut.

Sejak diluncurkan pada 2020, Livin’ by Mandiri terus berkembang dari sekadar layanan pembayaran menjadi aplikasi keuangan terintegrasi. Kini, aplikasi tersebut telah dilengkapi berbagai fitur, mulai dari transaksi harian, investasi, hingga pembelian produk keuangan lainnya.

Untuk mendukung kebutuhan nasabah selama libur panjang, Livin’ juga dilengkapi layanan bantuan cepat melalui Call Center 14000 yang terintegrasi langsung dalam aplikasi, tanpa perlu melakukan panggilan telepon secara manual.

Selain itu, Bank Mandiri juga memastikan kesiapan kanal transaksi lainnya seperti EDC dan QRIS yang telah tersebar luas di berbagai titik transaksi. Upaya ini dilakukan guna mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai yang lebih praktis dan aman.

Theresia juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan saldo uang elektronik mencukupi, terutama untuk pembayaran tol. Fitur top-up dalam Livin’ diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam mengantisipasi kebutuhan tersebut.

“Edukasi kepada masyarakat terus kami lakukan, baik melalui kantor cabang maupun kanal digital, agar transaksi selama periode mudik dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, seiring dengan tren pemulihan ekonomi yang semakin terlihat di Jawa Timur. (Onny)

 

REDAKSI

Recent Posts

Pemkab Gresik Percepat Operasionalisasi 356 KDKMP

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat…

4 jam ago

OJK Pacu Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat reformasi pasar modal Indonesia untuk meningkatkan transparansi, likuiditas,…

6 jam ago

IPO Bukan Cuma untuk Konglomerat: BEI Bongkar Mitos Pasar Modal yang Bikin Pengusaha Menengah Minder

INVESTORJATIM.COM – IPO itu hanya untuk perusahaan besar, punya omzet triliunan, dan pemiliknya sudah masuk…

8 jam ago

IHSG Terkoreksi, BEI Tegaskan Reformasi Jalan Terus dan Fundamental Emiten Masih Tumbuh

INVESTOR JATIM.COM – Kabar dari MSCI Inc. pada 15 Oktober 2026 sempat membuat pasar bergejolak.…

8 jam ago

Optimalkan Potensi PLTA Dalam Negeri, PLN Nusantara Power Andalkan Teknologi AI

INVESTORJATIM.COM – Upaya mewujudkan swasembada energi tidak hanya dilakukan dengan membangun pembangkit baru, tetapi juga…

1 hari ago

Strategi Belanja Akhir Bulan: Pilih Kebutuhan Prioritas untuk Kurangi Kerepotan Harian

INVESTORJATIM.COM – Memasuki akhir Oktober, banyak aktivitas yang datang bersamaan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang…

1 hari ago