Categories: BusinessIndeksMarket

Kinerja Merdeka Copper Gold Stabil, Proyek Pani dan Tujuh Bukit Catat Kemajuan

MDKA terus menunjukkan kemajuan dalam operasi tambang dan efisiensi biaya. (Istimewa)

JAKARTA, INVESTORJATIM — PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) mencatat pendapatan belum diaudit sebesar US$1,29 miliar hingga kuartal III/2025, turun 22% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya kontribusi dari segmen nikel dan tembaga, meski masih ditopang kenaikan pendapatan dari emas.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, mengatakan perseroan tetap mencatat kemajuan signifikan pada operasi tambang dan proyek strategis, termasuk Proyek Emas Pani dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit.

“Merdeka terus menunjukkan kemajuan dalam operasi tambang dan efisiensi biaya. Aset-aset utama seperti Tujuh Bukit dan Pani menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/11/2025).

Produksi Emas dan Tembaga

Tambang Emas Tujuh Bukit mencatat produksi 25.338 ounces emas dengan harga jual rata-rata US$3.275 per ounces, meningkat 24% secara margin kas dibanding tahun lalu. Penjualan emas mencapai 29.629 ounces dengan pendapatan sekitar US$104 juta.

Tambang Tembaga Wetar memproduksi 3.228 ton tembaga dengan biaya tunai US$2,75 per pon. Produksi diperkirakan berlanjut hingga 2027, sementara kajian peningkatan nilai tambah masih berjalan.

Operasi Nikel MBMA

Melalui anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA), produksi bijih nikel meningkat tajam. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral menghasilkan 2 juta ton saprolit (naik 89% yoy) dan 5,6 juta ton limonit (naik 51% yoy). Margin Nickel Pig Iron (NPI) naik menjadi US$2.215 per ton, dengan penurunan biaya tunai 16% menjadi US$9.059 per ton.

Pabrik Acid Iron Metal (AIM) memproduksi 251.715 ton asam sulfat, sedangkan fasilitas klorida dan katoda tembaga dijadwalkan beroperasi kuartal IV/2025. Produksi nikel matte juga akan dimulai pada periode yang sama.

Kemajuan Proyek Utama

Proyek Tambang Emas Pani yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) telah mencapai kemajuan 83%. Penambangan dan peledakan pertama dimulai Oktober 2025, dengan produksi emas perdana ditargetkan kuartal I/2026.

Sementara Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap studi kelayakan yang mencakup rencana tambang bawah tanah dan kajian hilirisasi konsentrat untuk meningkatkan nilai tambah.

Albert menegaskan, kombinasi proyek emas, tembaga, dan nikel akan memperkuat posisi Merdeka sebagai perusahaan tambang multi-logam terdepan di Indonesia. (ONNY ASMARA)

REDAKSI

Recent Posts

Dari Kampung Nelayan ke Panggung Teater, Kisah Cinta di Tengah Polemik Reklamasi

INVESTORJATIM.COM – Di tengah polemik reklamasi Kenjeran yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat, sebuah cerita…

13 jam ago

Perluas Akses Energi, PGN Gagas Kembangkan CNG di Yogyakarta dan Jateng Selatan

INVESTORJATIM.COM - Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk…

13 jam ago

TTL Gelar Pelatihan Gada Pratama Gratis bagi Warga Ring 1

INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah…

15 jam ago

Kemerdekaan Finansial Tak Harus Kaya, Begini Cara Memulainya

INVESTORJATIM.COM – Momentum Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus tidak hanya dapat dimaknai sebagai perayaan…

17 jam ago

Baterai Bekas Jangan Asal Dibuang, Ada Cara Sederhana agar Tak Jadi Beban Lingkungan

INVESTORJATIM.COM – Benda kecil seperti baterai kerap luput dari perhatian. Padahal, hampir setiap hari baterai…

1 hari ago

Surabaya Jadi Kota Pembuka BCA Expo 2026, Ada Bunga KPR 1,23%

INVESTORJATIM.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membuka rangkaian BCA Expo 2026 di Surabaya.…

1 hari ago