Categories: BusinessIndeks

Kilang Balikpapan Tingkatkan Produksi, Indonesia Hemat Rp60 Triliun per Tahun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat menyampaikan laporannya di acara peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur

JAKARTA, INVESTORJATIM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa operasional Kilang Terintegrasi Balikpapan menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian energi nasional. Proyek strategis ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp60 triliun per tahun.

Penghematan fantastis ini merupakan dampak langsung dari penurunan volume impor Bahan Bakar Minyak (BBM) setelah kapasitas produksi dalam negeri meningkat signifikan.

Investasi Strategis dan Kapasitas Produksi
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan ini menelan investasi sebesar USD 7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun. Dengan nilai investasi tersebut, Kilang Balikpapan kini mengalami peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah:

1. Kapasitas Lama: 260 ribu barel per hari.

2. Kapasitas Baru: 360 ribu barel per hari.

3. Tambahan Produksi: 100 ribu barel per hari.

“Dengan RDMP ini, kita bisa hemat devisa hingga Rp60 triliun lebih per tahunnya,” ujar Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Rincian Penurunan Impor Energi
Data dari PT Pertamina (Persero) bahkan mencatat potensi penurunan impor energi yang lebih spesifik, yakni mencapai total Rp68 triliun per tahun, dengan rincian sebagai berikut:

1. Bensin: Penurunan Rp44,6 triliun.

2. Solar: Penurunan Rp14,9 triliun.

3. Avtur: Penurunan Rp5,4 triliun.

4. LPG: Penurunan Rp2,9 triliun.

Menuju Standar Euro 5 dan Surplus Solar
Selain aspek kuantitas, Bahlil menekankan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan. BBM dari Kilang Balikpapan kini telah memenuhi standar Euro 5, yang lebih ramah lingkungan dan mendukung target Net Zero Emission.

Bahlil juga membawa kabar baik mengenai kemandirian pasokan solar nasional. Berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menargetkan untuk menyetop impor solar sepenuhnya. “Kebutuhan solar kita 38 juta kiloliter. Dengan tambahan produksi dari sini, kita bisa surplus sekitar 1,4 juta kiloliter. Insyaallah kita tidak ada lagi impor solar ke depannya,” tambahnya.

Visi Swasembada Energi Presiden Prabowo
Kunjungan ini juga mempertegas komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada energi dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus mandiri dalam mengelola kekayaan alamnya, mulai dari batu bara hingga panas bumi (geothermal).

“Kita harus bisa hasilkan sendiri. Kita harapkan lima tahun bisa mencapai ini. Tidak masalah kalau tahun keenam atau ketujuh, yang penting arahnya ke situ (swasembada),” tegas Presiden Prabowo. (KSZ)

REDAKSI

Recent Posts

Gandeng Naval Group Prancis, PT PAL Siapkan Bengkel Raksasa untuk Kapal Selam Nagapasa

INVESTORJATIM.COM – Ketergantungan perbaikan kapal selam ke luar negeri perlahan coba diputus. PT PAL Indonesia…

3 jam ago

Tak Cuma Bisa Bayar Pakai QRIS, Mahasiswa UNAIR Kini Diajari Cara Adukan Jebakan Digital Bareng BRI

INVESTORJATIM.COM – Generasi muda jago transaksi digital, tapi banyak yang belum paham cara jaga data…

4 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…

18 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh, Kadin Soroti Kualitas Lapangan Kerja dan Daya Saing Industri

INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…

19 jam ago

Jaga Reputasi di Tengah Gempuran AI, BRI Gembleng Humas Daerah di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…

21 jam ago

Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…

1 hari ago