Istimewa
INVESTORJATIM.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai empat pedoman utama Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Khofifah seusai bersama pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Jatim, Jumat (14/8/2026).
Khofifah mengatakan, kepemimpinan harus berorientasi pada amanah rakyat dan kepentingan masyarakat secara luas. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah harus memiliki arah yang jelas serta mampu memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan resminya.
Menurut Khofifah, pedoman pertama Presiden Prabowo adalah bekerja untuk menjaga dan melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Kedua, menjaga serta melindungi kepentingan inti nasional yang vital.
Dalam konteks tersebut, Khofifah menilai Jawa Timur memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional. Jawa Timur selama ini menjadi salah satu sentra produksi pangan terbesar di Indonesia.
“Ketika nasional tengah berupaya swasembada pangan, Jawa Timur telah ada di posisi kedaulatan pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Dia menyebut capaian swasembada sejumlah komoditas nasional turut didukung produksi Jawa Timur. Provinsi ini menjadi produsen besar beras, jagung, gula, daging ayam, telur hingga daging sapi.
Pedoman ketiga Presiden Prabowo, lanjut Khofifah, adalah bekerja cepat mengatasi kesulitan yang dihadapi rakyat. Pemprov Jatim, kata dia, menerapkannya melalui berbagai program, termasuk pasar murah untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Sementara pedoman keempat menekankan pentingnya orientasi jangka panjang. Khofifah menilai bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kita tegaskan bahwa No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” kata Khofifah.
Dia optimistis empat pedoman tersebut dapat menjadi guideline bersama bagi pemerintah hingga tingkat terbawah untuk membangun Jawa Timur yang lebih maju, mandiri, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.(Onny)
INVESTORJATIM.COM – Indonesia mulai serius membangun ekosistem hidrogen sebagai salah satu sumber energi bersih masa…
INVESTORJATIM.COM - Telkomsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah gempa yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara…
INVESTORJATIM.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur…
INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan kado kemerdekaan bagi masyarakat dengan menggratiskan layanan Trans…
INVESTORJATIM.COM – Tanah warisan bagi sebagian orang bukan sekadar sebidang lahan. Di dalamnya ada sejarah…
INVESTORJATIM.COM – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian peternak…