Kemendag Genjot Partisipasi Jatim di Trade Expo Indonesia 2026, Transaksi Dibidik Naik 10%

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, saat jumpa pers di Surabaya, Rabu (2/7/2026).

INVESTORJATIM.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha di Jawa Timur mengambil peran lebih besar dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Provinsi ini dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu penyumbang utama peserta pameran maupun transaksi ekspor.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Trade Expo Indonesia 2026 wilayah Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan penyelenggara menargetkan jumlah peserta pameran tahun ini melebihi 1.500 eksibitor. Untuk mencapai target tersebut, promosi dilakukan melalui roadshow ke berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang dinilai memiliki basis industri dan eksportir yang kuat.

“Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang potensial karena memiliki banyak pelaku industri dan eksportir. Kami berharap partisipasi dari provinsi ini terus meningkat pada penyelenggaraan tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung UMKM Tampil di Pasar Global, Bank Jatim dan Kemendag Gelar Export Coaching Program

Untuk menarik lebih banyak pembeli internasional, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah insentif, salah satunya menyediakan akomodasi gratis hingga 250 kamar hotel berbintang bagi buyer terpilih yang mengikuti proses kurasi dan business matching dengan peserta pameran.

Selain itu, promosi kepada buyer dilakukan melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, bekerja sama dengan exhibition organizer dan kamar dagang di berbagai negara guna meningkatkan jumlah pembeli internasional.

Menurut Vibiadhi, TEI merupakan satu-satunya pameran dagang multiproduk milik pemerintah yang secara khusus mempromosikan produk buatan Indonesia. Seluruh peserta merupakan produsen yang menghasilkan barang di dalam negeri sehingga manfaat pameran diharapkan langsung dirasakan pelaku ekspor nasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Erivina Lucky Kristian, menilai Jawa Timur memiliki modal besar untuk meningkatkan partisipasi dalam Trade Expo Indonesia.

Dia menyebut provinsi tersebut memiliki ribuan industri kecil dan menengah (IKM), sektor manufaktur yang berkembang, serta 13 kawasan industri yang menjadi daya tarik bagi investor dan buyer mancanegara.

Baca Juga:  Campuspreneur Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Siap Tampil di Trade Expo Indonesia 2026

“Potensi Jawa Timur sangat besar. Tidak hanya industri manufaktur, tetapi juga IKM yang tersebar di berbagai daerah. Karena itu kami akan terus mendorong perusahaan-perusahaan di Jawa Timur agar ikut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia,” katanya.

Erivina menambahkan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota akan memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengikuti pameran tersebut sebagai upaya memperluas pasar ekspor.

Di sisi lain, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk memastikan buyer internasional bertemu dengan eksportir potensial asal Indonesia, termasuk dari Jawa Timur.

Strategi tersebut dilakukan dalam tiga tahap, yakni promosi sebelum pameran melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri, pelaksanaan business matching selama pameran, hingga pendampingan setelah acara selesai agar peluang kerja sama berlanjut menjadi transaksi ekspor.

Adapun Trade Expo Indonesia 2026 mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” dan akan menghadirkan lima sektor utama, yakni makanan dan minuman, manufaktur, kawasan industri, fesyen dan kerajinan, serta furnitur dan dekorasi rumah.

Baca Juga:  Pemerintah Dorong Industri Tumbuh Lewat Revisi Permendag 16/2025

Pada penyelenggaraan tahun lalu, TEI mencatat transaksi sebesar US$22,8 miliar, dengan partisipasi 1.650 eksibitor dan 8.045 buyer internasional. Tahun ini, penyelenggara menargetkan nilai transaksi meningkat sekitar 10%, seiring bertambahnya jumlah peserta dan pembeli dari luar negeri. (Onny)

 

Komentar