Categories: Indeks

“Kami Akhirnya Keluar dari Hormuz”: Delapan Jam Menantang Maut Demi Menjaga Pasokan Energi

Kapal VLCC Pertamina Pride.

INVESTORJATIM.COM – “We are happy to be finally out of Hormuz.” Kalimat singkat itu meluncur dari Rizqi Rafif, Second Officer kapal VLCC Pertamina Pride. Tak ada selebrasi berlebihan, hanya rasa lega yang sulit disembunyikan. Berbulan-bulan bertugas di kawasan Teluk Arab, ia bersama 22 awak kapal lainnya akhirnya berhasil melewati Selat Hormuz—jalur pelayaran paling strategis sekaligus paling berisiko di dunia, dan tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada 24 Juli 2026.

Di balik senyum para pelaut yang disambut hangat jajaran manajemen PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui konferensi video, tersimpan kisah tentang ketegangan yang berlangsung selama berjam-jam. Bukan sekadar menghadapi ombak dan cuaca buruk, tetapi juga ancaman nyata akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Bagi pelaut, badai dan gelombang tinggi sudah menjadi bagian dari pekerjaan. Namun kali ini tantangannya berbeda. Setiap keputusan navigasi harus diambil dengan sangat hati-hati karena situasi keamanan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengalaman serupa dialami Daryl Josua Makaminang, Third Officer kapal MT Gamsunoro. Kapalnya melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat. Ketegangan semakin terasa ketika sehari setelah kapal berhasil keluar dari kawasan tersebut, terjadi serangan terhadap kapal lain.

“Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat,” ujarnya.

Rizqi Rafif, Second Officer kapal VLCC Pertamina Pride.

Perjalanan melintasi Selat Hormuz membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Empat jam di antaranya merupakan fase paling kritis ketika seluruh awak kapal harus meningkatkan kewaspadaan.

Rizqi mengungkapkan, ancaman bukan hanya datang dari situasi perang, tetapi juga gangguan terhadap sistem navigasi.

“Kami sempat khawatir. Dalam situasi seperti itu muncul pertanyaan harus mengikuti pihak yang mana. GPS juga mengalami jamming. Bisa dibilang kami sangat beruntung dapat melewati semuanya dengan selamat,” katanya.

Keberhasilan dua kapal Pertamina itu melintasi Selat Hormuz menjadi kabar yang melegakan bagi manajemen PIS. Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Surya Tri Harto menegaskan keselamatan awak kapal selalu menjadi prioritas utama perusahaan, bahkan di atas kepentingan operasional.

“Keberhasilan ini bukan hanya soal disiplin operasional, tetapi juga tentang kemanusiaan. Keselamatan seluruh awak kapal selalu menjadi prioritas utama kami, bahkan sebelum kargo dan aktivitas operasional,” ujarnya.

Surya menyebut para pelaut sebagai pahlawan yang tetap menjalankan tugas di tengah meningkatnya risiko akibat konflik geopolitik.

“Dalam kondisi normal saja para pelaut sudah menghadapi ombak, angin, dan lautan. Di Selat Hormuz, mereka menghadapi risiko yang jauh lebih besar,” katanya.

Rasa syukur juga disampaikan Komisaris Utama PT Pertamina International Shipping Anwar Saadi. Menurutnya, selama beberapa bulan terakhir perusahaan terus memantau perkembangan situasi dan mencemaskan keselamatan seluruh awak kapal.

Kini, setelah berhasil keluar dari kawasan Teluk, kedua armada kembali dipersiapkan untuk pelayaran berikutnya. MT Gamsunoro menjalani hull cleaning guna meningkatkan performa kapal, sementara Pertamina Pride melakukan underwater hull cleaning sebagai bagian dari persiapan operasi selanjutnya.

Bagi para awak kapal, keberhasilan melintasi Selat Hormuz bukan sekadar menyelesaikan sebuah rute pelayaran. Perjalanan itu menjadi bukti ketangguhan dan keberanian para pelaut Indonesia yang tetap menjalankan tugas menjaga distribusi energi nasional, bahkan ketika salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia berada dalam bayang-bayang konflik. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

BI Catat Harga Properti Residensial Tumbuh Melambat, Penjualan Rumah Primer Turun 8,43%

INVESTORJATIM.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer melambat pada…

7 jam ago

BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi di Tengah 32,7 Juta Investor Pasar Modal

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan…

15 jam ago

Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,31 Juta TEUs, TPS Tambah 4 QCC dan 14 E-RTG

INVESTORJATIM.COM – Pertumbuhan perdagangan internasional mendorong kenaikan arus peti kemas di lingkungan PT Pelindo Terminal…

1 hari ago

Blibli Gelar Histeria 11.11 pada 3-13 November, Tawarkan Diskon Berjenjang

INVESTORJATIM.COM – Blibli menggelar program belanja Histeria 11.11: Nyari Pusat Diskon (NPD) pada 3-13 November…

1 hari ago

BEI-KSEI Lengkapi Data Saham di Atas 1%, Kini Ada Status Pengendali dan Afiliasinya

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kini…

1 hari ago

UM Gresik Raih Penghargaan Gubernur Jatim atas Kontribusi Pelestarian Mangrove

INVESTORJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) meraih penghargaan Gubernur Jawa Timur atas kontribusi dalam…

1 hari ago