Categories: HeadlineIndeks

Jelang Idulfitri, BI Dorong Kredit Pangan untuk Tekan Risiko Inflasi

INVESTORJATIM.COM – Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga laju inflasi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Fokus utama otoritas moneter saat ini adalah memastikan stabilitas harga pangan melalui dukungan penyaluran kredit dan insentif likuiditas perbankan.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat selama periode hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Ancaman Global: Konflik AS-Iran dan Harga Minyak
Di tengah persiapan domestik, BI mewaspadai tingginya ketidakpastian global, terutama dampak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Konflik ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia yang dapat merembet ke sektor lain.

“Kenaikan harga minyak akan berdampak pada biaya transportasi dan produksi, yang pada akhirnya memengaruhi harga pangan dan mendorong inflasi. Oleh karena itu, pengendalian harus dilakukan dari hulu ke hilir,” ujar Aida di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Optimisme Kredit dan Insentif Makroprudensial
Meski dibayangi sentimen global, sistem keuangan nasional menunjukkan tren positif. Data BI mencatat:

1. Pertumbuhan Kredit (Januari 2026): Tumbuh 9,96% (yoy).

2. Proyeksi Kredit 2026: Diperkirakan tumbuh di kisaran 8–12%.

Untuk menjaga momentum ini, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga awal Februari 2026, total insentif yang telah dikucurkan ke perbankan mencapai Rp427,5 triliun. Dana ini diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri, dan hilirisasi.

Strategi 4K dan 7 Program Unggulan
Menghadapi Idulfitri 1447 H, Bank Indonesia mengandalkan strategi 4K untuk memastikan masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang:

1. Keterjangkauan Harga.

2. Ketersediaan Pasokan.

3. Kelancaran Distribusi.

4. Komunikasi Kebijakan yang Efektif.

Strategi ini didukung oleh tujuh program unggulan, mulai dari hilirisasi pangan, kerja sama antar-daerah, hingga pelaksanaan operasi pasar murah secara masif di berbagai wilayah. (MUE)

REDAKSI

Recent Posts

Kisah Romantis Pasutri Wisuda Doktor Bareng di ITS Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Momen Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Sabtu (10/10/2026) terasa istimewa.…

11 jam ago

Tiga Inovasi PLN Nusantara Power Sabet Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

INVESTORJATIM.COM – Inovasi energi bersih Indonesia kembali diakui di level regional. PLN Nusantara Power (PLN…

12 jam ago

Kampi Hotel Tunjungan Surabaya Gelar Mixology Competition 2026, Juara Berasal dari Bali

INVESTORJATIM.COM — Kampi Hotel Tunjungan Surabaya kembali menggelar Mixology Competition 2026 untuk tahun kedua sebagai…

15 jam ago

Arus Peti Kemas Stabil, TPS Surabaya Catat 122 Ribu TEUs di September

INVESTORJATIM.COM – Di tengah dinamika perdagangan global, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) masih menjaga kinerja…

20 jam ago

PRJ 2026 Bidik 270.000 Pengunjung, UMKM Jatim Jadi Penggerak Ekonomi

INVESTORJATIM.COM — Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2026 ditargetkan mampu menarik 270.000 pengunjung dan menjadi…

1 hari ago

BRI Regional Office Surabaya, Pasang Fasilitas WiFi di Pasar Keputran untuk Permudah Transaksi QRIS

INVESTORJATIM.COM – Pasar tradisional kini tak lagi identik dengan transaksi tunai. Di Pasar Keputran Surabaya,…

1 hari ago