
JAKARTA, INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membuka babak baru penguatan kerja sama ekonomi global dengan mendorong investasi internasional melalui kegiatan East Java Investment Briefing (EJIB) 2026. Forum bertema East Java Investment Outlook 2026: Strengthening Global Connectivity – East Java Strategic Investment Projects as Indonesia’s New Gateway ini digelar di Hotel Shangri-La Jakarta.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, kegiatan EJIB menjadi momentum strategis untuk menempatkan Jawa Timur dalam peta prioritas investasi global. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim ini dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Kerja Sama Ekonomi, serta para duta besar dari berbagai negara.
“Kami ingin membangun jalur diplomasi ekonomi sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai destinasi investasi utama. Negara-negara seperti Swedia, Rusia, Korea Selatan, Singapura, Finlandia, dan Jepang kami libatkan secara aktif dalam forum ini,” ujar Emil.
Menurutnya, penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan global harus diikuti dengan langkah nyata di lapangan. Tidak hanya menawarkan potensi, tetapi juga menunjukkan kemampuan daerah dalam memecahkan berbagai persoalan yang muncul selama proses investasi.
“Harapannya, minat investor terus meningkat. Namun, yang terpenting adalah realisasi. Kita harus membuktikan kemampuan menyelesaikan kendala dan memastikan investasi berjalan lancar,” tegasnya.
Emil juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur sepanjang 2025 yang dinilai sangat solid dan inklusif. Kontribusi ekonomi Jawa Timur mencapai 25,29 persen terhadap Pulau Jawa dan 14,4 persen terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,85 persen (year-on-year), sementara secara kumulatif sepanjang 2025 tumbuh 5,33 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
“Capaian ini mencerminkan konsistensi akselerasi ekonomi daerah di tengah dinamika nasional dan global,” ungkapnya.
Di sektor investasi, realisasi penanaman modal Jawa Timur pada 2025 mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan provinsi ini dalam jajaran tiga besar nasional. Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan investasi tercatat 31,6 persen secara kuartalan dan 11,4 persen secara tahunan, menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Timur.
Untuk investasi asing, Jawa Timur telah menjadi tujuan penanaman modal dari 70 negara dengan ribuan perusahaan yang telah beroperasi. Ke depan, Emil menargetkan peningkatan signifikan pada realisasi penanaman modal asing (PMA).
Lebih lanjut, arah kebijakan pembangunan Jawa Timur akan difokuskan pada penguatan daya saing industri melalui pengembangan kawasan industri. Menurut Emil, kawasan industri menjadi magnet utama bagi investor karena telah disiapkan secara khusus untuk kebutuhan produksi.
Dalam forum ini, Pemprov Jatim juga menawarkan berbagai Investment Project Ready to Offer (IPRO) di sektor infrastruktur, manufaktur, industri pengolahan, agribisnis, pariwisata, dan properti.
“Kami ingin menegaskan posisi Jawa Timur bukan hanya sebagai tujuan investasi, tetapi sebagai simpul utama konektivitas ekonomi nasional dan global,” pungkas Emil.(Onny)









Komentar