ITS Perkuat Jejaring Global Lewat International Staff Mobility, Gandeng Mitra dari 8 Negara

Peserta ISM dari berbagai perguruan tinggi lintas negara ketika sesi games mengenal Bahasa Indonesia. (Ist)

INVESTORJATIM.COM — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan International Staff Mobility (ISM) yang digelar Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari mulai Senin (4/5) di Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) ITS.

Program ini diikuti oleh 30 staf perguruan tinggi mitra dari delapan negara sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan berkelanjutan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri. Sejumlah perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Shibaura Institute of Technology, Thuyloi University, dan University Malaysia of Computer Science & Engineering.

Kepala UPBG ITS Cahyani Satiya Pratiwi mengatakan kegiatan ISM menjadi salah satu strategi ITS dalam meningkatkan daya tarik program internasionalisasi kampus. Melalui pengalaman langsung selama kegiatan berlangsung, para peserta diharapkan dapat memperkenalkan ITS kepada mahasiswa di perguruan tinggi asal masing-masing.

“Kolaborasi lanjutan seperti pertukaran mahasiswa hingga kerja sama akademik dapat lahir dari rangkaian kegiatan ISM ini,” ujar Cahyani dalam keterangannya, Kamis, 7/5/2026.

Tak hanya memperkenalkan lingkungan akademik ITS, kegiatan ISM juga menghadirkan berbagai aktivitas budaya, seperti sesi permainan interaktif, pengenalan bahasa Indonesia, hingga kuliner khas Nusantara. Peserta juga diajak mengenal Kota Surabaya dan sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Rancang Bendungan Tahan Gempa

Menurut Cahyani, interaksi lintas budaya tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antarmitra sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan perspektif antarnegara.

Sementara itu, perwakilan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah, Ts Dr Yasmin Abdul Wahab, mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai kegiatan berskala internasional seperti ISM mampu meningkatkan potensi mahasiswa dan memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi.

“Saya berharap kegiatan yang menyatukan para mitra dengan penuh keseruan dan makna ini dapat kembali dilaksanakan pada masa mendatang,” katanya.

ITS menilai program ISM tidak hanya memperkuat posisi institusi di tingkat global, tetapi juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.(Onny)

Komentar