Categories: HeadlineIndeks

Indonesia Targetkan Bebas Impor Solar di 2026 dan Bensin RON Tinggi di 2027

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi merancang peta jalan penghentian impor Bahan Bakar Minyak (BBM) secara bertahap. Target ambisius ini memproyeksikan Indonesia bebas impor solar pada tahun 2026 dan bensin oktan tinggi pada tahun 2027.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menekan ketergantungan nasional terhadap produk bahan bakar luar negeri serta memperkuat kedaulatan energi.

Keberhasilan RDMP Balikpapan dan Mandatori B40
Kunci utama dari penghentian impor ini adalah keberhasilan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan serta implementasi kebijakan B40. Kombinasi keduanya telah menciptakan surplus produksi solar yang signifikan.

“Akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus kurang lebih sekitar 1,4 juta kiloliter. Oleh karena itu, pada 2026 kita tidak lagi melakukan impor solar,” tegas Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Meskipun impor solar umum dihentikan, Bahlil mencatat bahwa solar jenis C51 masih akan diimpor pada semester pertama 2026, sembari menunggu penyelesaian desain mesin pada semester kedua tahun yang sama.

Garis Waktu Penghentian Impor Bensin dan Avtur
Pemerintah juga telah menyusun jadwal penghentian impor untuk jenis bahan bakar lainnya secara bertahap:

1. Tahun 2026: Penghentian total impor solar (kecuali C51 di semester I).

2. Tahun 2027: Penghentian impor bensin oktan tinggi (RON 92, 95, dan 98).

3. Tahun 2027: Indonesia ditargetkan swasembada Avtur dengan mengonversi kelebihan produksi solar menjadi bahan baku Avtur nasional.

“Kita akan selesaikan nanti di akhir 2027, supaya kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk,” tambah Bahlil.

Fokus Impor Hanya pada Pertalite (RON 90)
Setelah peta jalan ini terlaksana, Bahlil menyebutkan bahwa Indonesia nantinya hanya akan mengimpor bensin jenis RON 90 atau Pertalite. Hal ini dikarenakan peruntukannya yang khusus untuk memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi bagi masyarakat.

Dukungan Parlemen terhadap Sektor Energi
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyambut positif capaian dan rencana strategis Kementerian ESDM. Ia menilai sektor energi adalah pilar strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga ketahanan nasional.

“Komisi XII mencermati bahwa secara umum pelaksanaan program Kementerian ESDM sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif,” ujar Bambang. Ia menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam setiap kebijakan energi yang diambil pemerintah. (BLV)

REDAKSI

Recent Posts

100 Hari Direksi Baru BEI: Perkuat Integritas Pasar hingga Luncurkan ETF Emas dan Short Selling

INVESTORJATIM.COM – Memasuki 100 hari pertama sejak dilantik 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek…

23 menit ago

TPS Bibitkan 15.000 Mangrove, Serap Karbon Setara Operasional 200 Truk Sehari

INVESTORJATIM.COM – Komitmen menghadirkan layanan pelabuhan ramah lingkungan terus dijalankan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)…

6 jam ago

Tembus 7,27 Miliar Dollar AS, Ekspor Garmen Indonesia Bidik Pasar BRICS+

INVESTORJATIM.COM – Indonesia punya modal besar untuk menjadi pusat manufaktur garmen utama bagi pasar BRICS+…

22 jam ago

Permata Bank Ajak Nasabah Lihat Kekayaan Secara Holistik di Wealth Wisdom 2026 Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Kekayaan tak melulu soal seberapa besar aset yang dimiliki. Lebih dari itu, soal…

1 hari ago

Kisah Romantis Pasutri Wisuda Doktor Bareng di ITS Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Momen Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Sabtu (10/10/2026) terasa istimewa.…

2 hari ago

Tiga Inovasi PLN Nusantara Power Sabet Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

INVESTORJATIM.COM – Inovasi energi bersih Indonesia kembali diakui di level regional. PLN Nusantara Power (PLN…

2 hari ago