Saskia Tessy (kanan) dan Olivia Febrina (dua kanan) saat pembukaan IdeasFest SuB 2026 di grand city.
INVESTORJATIM.COM – Kesuksesan penyelenggaraan tahun lalu menjadi pijakan bagi IdeaFest SUB untuk naik kelas. Tahun ini, penyelenggara tak lagi hanya menargetkan ramainya pengunjung, melainkan mendorong lahirnya kolaborasi, bisnis baru, hingga inovasi yang berkelanjutan melalui IdeaFest SUB 2026 yang mengusung tema “The Next Leap.”
Festival ide, kreativitas, dan inovasi tersebut digelar pada 7–9 Agustus 2026 di Grand City Surabaya. Ajang ini menghadirkan lebih dari 200 sesi diskusi dengan 100 lebih pembicara yang membahas kewirausahaan, bisnis, pemasaran, teknologi, kepemimpinan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan diri.
Festival Director IdeaFest SUB 2026, Saskia Tessy, mengatakan IdeaFest kini tidak lagi diposisikan sebagai agenda tahunan semata, melainkan sebuah gerakan yang mempertemukan individu, komunitas, pelaku usaha, dan inovator untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
“Kesuksesan IdeaFest 2025 membuktikan bahwa banyak peserta yang bertemu di acara ini kemudian melanjutkan kolaborasi hingga melahirkan usaha maupun ide-ide baru. Karena itu, kami melihat IdeaFest bukan sekadar event selama beberapa hari, tetapi awal dari lahirnya banyak peluang baru,” ujarnya.
Menurut Saskia, tema The Next Leap merupakan ajakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah berikutnya dalam mengembangkan kapasitas diri maupun bisnis.
Ia berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh wawasan dari para pembicara, tetapi juga pulang dengan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru.
“Kami ingin setiap orang yang datang membawa pulang bukan hanya ilmu, tetapi juga keberanian untuk mengambil langkah berikutnya dan menciptakan dampak positif di lingkungannya,” katanya.
Tak hanya mengusung tema baru, penyelenggara juga memperluas skala acara. Festival Director IdeaFest Jakarta, Olivia Febrina, mengatakan IdeaFest Surabaya 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan, baik dari sisi konsep maupun pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
Salah satu inovasi yang pertama kali dibawa ke Surabaya adalah IdeaFest X, sebuah format interaktif yang memungkinkan peserta terlibat langsung dalam setiap sesi. Berbeda dengan IdeaTalks yang berformat diskusi satu arah, IdeaFest X dirancang agar peserta dapat berpartisipasi aktif melalui berbagai aktivitas.
“Kalau IdeaTalks biasanya satu arah, IdeaFest X ini dua arah. Peserta ikut terlibat, bukan sekadar mendengarkan. Bentuknya juga tidak hanya workshop, tetapi lebih luas lagi,” ujar Olivia.
Inovasi juga hadir pada rangkaian pembuka acara. Jika penyelenggaraan di Jakarta tidak diawali dengan aktivitas kesehatan, IdeaFest Surabaya 2026 justru membuka festival melalui sesi pilates sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi peserta.
“Kalau di Jakarta mulainya bukan dari health, tetapi di Surabaya justru dimulai dari health melalui pilates,” katanya.
Olivia menambahkan, kapasitas penyelenggaraan juga meningkat dibandingkan tahun lalu. Jika pada 2025 tersedia sekitar lima ruang dengan sekitar 50 sesi dan 100 pembicara, tahun ini jumlah ruang bertambah menjadi delapan dengan lebih dari 200 sesi yang menghadirkan lebih dari 100 pembicara lintas industri.
“Setiap tahun IdeaFest selalu berkembang. Tahun ini Surabaya juga ikut bertumbuh dengan lebih banyak sesi, ruang, dan pengalaman yang bisa dinikmati peserta. Selain IdeaFest X, masih banyak program baru yang kami hadirkan,” ujarnya.
Tahun ini sejumlah nama dijadwalkan hadir, antara lain Fakhruddin Ar’razi (Mahavisual), Theo Derick (Acrobyte Group), Stephanie Regina (Haloka Group), Matthew Samudro, Reda Gaudiamo, Jihan Amirah, Daniel Santoso (UBS Gold), Andanu Prasetyo (Toko Kopi Tuku), Dipa Andika (HAHAHA CORP), Hadi Ismanto (New Media Folder), Aji Pratomo (INFIA Corp), hingga In Her View by Pancatera.
Selain konferensi, pengunjung juga dapat mengunjungi Kreatip by Artisan Market yang menghadirkan kurasi produk lokal, kuliner, creative market, serta beragam aktivitas komunitas.
Saskia optimistis semakin banyak talenta kreatif, komunitas, dan pelaku usaha yang bertemu di IdeaFest, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi dan kolaborasi baru.
“Di IdeaFest kami bukan kompetitor, tetapi komunitas. Semua datang dengan semangat yang sama, yakni saling belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Itulah yang ingin kami jadikan sebagai lompatan berikutnya,” tutupnya. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya kebutuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), PT PAL Indonesia…
INVESTORJATIM.COM – "We are happy to be finally out of Hormuz." Kalimat singkat itu meluncur…
INVESTORJATIM.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, mengingatkan mahasiswa baru…
Industri aset kripto di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital. Di…
INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia kembali memperkuat reputasinya di industri galangan kapal regional setelah…
INVESTORJATIM.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga…