Mengusung semangat “Now Is Your Run”, smartwatch ini dirancang untuk membantu pelari meningkatkan performa melalui pendekatan latihan yang lebih presisi, terukur, dan berkelanjutan. Huawei menempatkan perangkat ini bukan sekadar pelacak aktivitas, melainkan sebagai “pelatih digital” yang mendampingi pengguna dari fase latihan hingga hari perlombaan.
Salah satu keunggulan utama terletak pada teknologi pemosisian berbasis GPS dengan 3D Floating Antenna Architecture yang diklaim meningkatkan akurasi hingga 50%. Dukungan algoritma XDR juga memungkinkan pencatatan posisi tetap akurat di area dengan sinyal lemah, seperti terowongan atau kawasan gedung tinggi. Data rute, jarak, dan kecepatan yang dihasilkan menjadi lebih presisi untuk kebutuhan analisis performa.
Selain itu, sistem Huawei TruSense yang dipadukan dengan algoritma NPU+AI mampu menghadirkan akurasi pemantauan detak jantung hingga 98%, memperkuat fungsi perangkat dalam mendukung latihan berbasis data.
Huawei juga menyematkan fitur unggulan Intelligent Marathon Mode yang menawarkan analisis performa maraton secara end-to-end. Fitur ini mencakup prediksi waktu finis, strategi kecepatan, hingga pengaturan asupan energi selama lomba. Pengembangan fitur ini turut melibatkan Beijing Sport University, khususnya untuk teknologi pemantauan lactate threshold tanpa perangkat tambahan.
Pengguna dapat menyusun program latihan secara bertahap melalui aplikasi, sekaligus memantau kondisi tubuh secara real-time. Jika terdeteksi kelelahan atau potensi cedera, sistem akan memberikan rekomendasi penyesuaian latihan. Saat berlari, fitur Marathon Guidance menghadirkan panduan pace hingga pengingat asupan energi yang dirancang bersama Kipchoge.
Dari sisi desain, WATCH GT Runner 2 hadir dengan bobot ringan 43,5 gram, menggunakan material casing titanium dan Kunlun Glass yang tahan benturan. Perangkat ini juga dilengkapi strap AirDry yang dirancang untuk kenyamanan dalam berbagai kondisi latihan.
Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual, dengan kemampuan hingga 32 jam penggunaan GPS nonstop atau setara lima maraton penuh, serta hingga 14 hari untuk penggunaan normal. Fitur tambahan seperti NFC, QR scan, serta kompatibilitas dengan iOS dan Android turut melengkapi ekosistem perangkat.
Dalam aspek kesehatan, smartwatch ini dibekali fitur pemantauan komprehensif seperti EKG, HRV, hingga pelacak tidur, yang mendukung keseimbangan antara performa dan pemulihan.
Huawei membanderol HUAWEI WATCH GT Runner 2 seharga Rp5,499 juta dan mulai tersedia pada 15 April 2026. Perangkat ini dipasarkan melalui kanal online maupun jaringan ritel resmi di seluruh Indonesia, dengan penawaran bonus pembelian hingga Rp1,5 juta.
Peluncuran ini mencerminkan strategi Huawei dalam menangkap peluang pasar wearable berbasis olahraga, sekaligus memperkuat posisinya di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas lari dan kesehatan digital. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Di tengah bara ketegangan geopolitik global yang terus menyala dan mengguncang rantai pasok…
INVESTORJATIM.COM - Kinerja Kuartal I Tahun 2026 PT Terminal Teluk Lamong (TTL) tumbuh 4,51 persen…
INVESTORJATIM.COM - Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian…
INVESTORJATIM.COM - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memboyong sejumlah…
INVESTORJATIM.COM — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memantapkan langkah transformasi menuju entrepreneurial university dengan…
INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat tata kelola dan pengawasan sektor perasuransian, penjaminan,…