Categories: Indeks

HIPMI Dorong Gerakan Nasional Hemat Energi Hadapi Krisis Global

INVESTORJATIM.COM – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendesak pemerintah untuk segera meluncurkan Gerakan Nasional Hemat Energi. Langkah strategis dan kolektif ini dinilai krusial untuk menghadapi tekanan krisis energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik global, terutama ketegangan antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, telah memicu lonjakan harga energi dunia. Kondisi ini dikhawatirkan akan menekan stabilitas ekonomi nasional, memperbesar beban subsidi, hingga memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sudah saatnya Indonesia memiliki Gerakan Nasional Hemat Energi yang terstruktur, terukur, dan masif. Ini bukan lagi sekadar imbauan, tetapi harus menjadi strategi nasional dalam menjaga ketahanan ekonomi dan energi kita,” tegas Anggawira di Jakarta, Jumat (27/3).

Belajar dari Langkah Global
Anggawira mencontohkan langkah antisipatif yang telah diambil sejumlah negara tetangga. Salah satunya adalah Filipina, di mana Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. telah mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional pada Selasa (24/3) guna mengantisipasi gangguan pasokan bahan bakar global.

HIPMI menilai kebijakan energi domestik selama ini masih terlalu bertumpu pada sisi suplai (supply side), sementara pengelolaan konsumsi (demand side management) belum menjadi fokus utama. Padahal, pengendalian konsumsi merupakan langkah tercepat dan paling efektif untuk meredam tekanan di masa krisis.

“Jadi ini perlu diorkestrasi. Kita harus mengubah paradigma dari konsumtif menjadi efisien. Setiap penghematan energi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya.

Strategi Lintas Sektor
HIPMI mengusulkan agar Gerakan Nasional Hemat Energi dikemas sebagai program lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen bangsa dengan pendekatan konkret, antara lain:

1. Kampanye Publik Masif: Mendorong perubahan perilaku konsumsi energi di tingkat rumah tangga.

2. Pengaturan Sektor Produktif: Efisiensi energi di sektor industri, gedung perkantoran, dan transportasi.

3. Standarisasi dan Teknologi: Penerapan standar efisiensi energi secara konsisten serta pemantauan konsumsi berbasis teknologi digital.

Sebagai representasi dunia usaha, HIPMI menegaskan kesiapannya menjadi motor penggerak dalam implementasi gerakan ini. Menurut Anggawira, efisiensi energi bukan sekadar soal pemangkasan biaya, melainkan strategi untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah ketidakpastian global. (JSR)

REDAKSI

Recent Posts

Queen Dawet: Ketika Mimpi Besar Dimulai dari Dapur Rumahan

INVESTORJATIM.COM — Perjalanan bisnis sering kali dimulai dari mimpi sederhana. Hal itu pula yang dialami…

11 jam ago

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, DPK Perbankan Tumbuh 11,39%

INVESTORJATIM.COM — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) pada periode…

24 jam ago

Pakar UNAIR Kembangkan Nanomaterial Sel Surya Transparan, Masuk Nominasi Lindau Nobel Laureate Meetings 2026

INVESTORJATIM.COM — Upaya pengembangan energi terbarukan di Indonesia kembali mencatatkan kemajuan. Dosen Fakultas Teknologi Maju…

1 hari ago

EXCOTEL Design Hotel Surabaya Salurkan CSR Idul Adha 1447 H, Serahkan Kambing untuk Warga Sekitar

INVESTORJATIM.COM — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, EXCOTEL Design Hotel Surabaya menyalurkan bantuan…

1 hari ago

Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7% hingga April 2026, Cerminkan Kuatnya Aktivitas Ekonomi Nasional

INVESTORJATIM.COM — Aktivitas ekonomi nasional menunjukkan tren positif pada awal 2026. Salah satu indikatornya terlihat…

1 hari ago

PT PAL Salurkan Kurban ke Surabaya dan Pesisir Lamongan, Jangkau Ratusan Penerima Manfaat

INVESTORJATIM.COM – Momentum Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT PAL Indonesia untuk memperluas kepedulian sosial melalui…

2 hari ago