Program yang digelar di area hotel itu dihadiri oleh Ibu Camat, Danramil, jajaran manajemen, serta seluruh karyawan. Puluhan anak yatim dari wilayah Trawas dan sekitarnya hadir menerima santunan berupa bantuan dana, paket kebutuhan pokok, dan bingkisan Ramadan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara berlangsung.
General Manager Grand Whiz Hotel Trawas, Indra Purwono, menegaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk rasa syukur perusahaan yang secara konsisten dijalankan setiap tahun pada bulan suci. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dan memperkuat nilai kepedulian. Kami ingin kehadiran hotel tidak hanya dirasakan oleh para tamu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yatim,” ujar Indra dalam sambutannya.
Selain penyerahan santunan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan tahlilan dan doa bersama, dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat silaturahmi antara manajemen, karyawan, dan masyarakat.
Melalui program tahunan ini, Grand Whiz Hotel Trawas berharap dapat terus menebarkan semangat kebersamaan dan menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan, sekaligus membantu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Ketergantungan perbaikan kapal selam ke luar negeri perlahan coba diputus. PT PAL Indonesia…
INVESTORJATIM.COM – Generasi muda jago transaksi digital, tapi banyak yang belum paham cara jaga data…
INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…
INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…
INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…
INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…