Categories: IndeksNational

Geopolitik Memanas, DPRD Surabaya Soroti Risiko Energi dan Inflasi

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM — Memanasnya situasi geopolitik global mendorong pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak ekonomi, terutama terkait ketahanan energi dan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) serta ketersediaan energi nasional.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menilai konflik geopolitik yang berkepanjangan dapat menimbulkan tekanan terhadap sektor energi Indonesia, khususnya jika terjadi gangguan pasokan minyak dunia.

Hal tersebut disampaikan Fathoni dalam bincang santai bersama awak media di lobi lantai 1 Gedung DPRD Surabaya, Jumat (14/3/2026), saat menunggu waktu berbuka puasa.

Menurutnya, cadangan minyak nasional saat ini relatif terbatas sehingga berpotensi menimbulkan tekanan apabila terjadi lonjakan konsumsi atau gangguan distribusi energi global.

Ia menyebutkan, dalam kondisi konsumsi normal, cadangan minyak nasional diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 20 hari. Namun, periode tersebut bisa menjadi lebih singkat apabila terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, seperti pada masa mudik atau kondisi darurat energi.

“Kalau masyarakat melakukan pengisian BBM secara penuh atau terjadi lonjakan konsumsi, maka cadangan yang semestinya cukup untuk 20 hari bisa saja maju menjadi hanya sekitar 10 hari,” ujarnya.

Selain itu, Fathoni juga menyoroti asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berada pada kisaran US$90 per barel. Apabila harga minyak dunia melampaui asumsi tersebut, pemerintah harus menyiapkan langkah kebijakan untuk menutup potensi selisih anggaran.

“Setiap kenaikan harga minyak dunia akan berdampak langsung pada anggaran subsidi energi pemerintah. Karena subsidi energi kita setiap tahun nilainya sangat besar, mulai dari gas hingga BBM,” jelasnya.

Dia menilai pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menghadapi dilema kebijakan apabila harga minyak dunia terus meningkat.

Menurut Fathoni, opsi kebijakan yang tersedia antara lain menambah alokasi subsidi energi atau melakukan penyesuaian harga yang berpotensi memicu tekanan inflasi.

Meski demikian, ia berharap situasi geopolitik global tidak semakin memburuk agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Konflik internasional yang berkepanjangan, lanjutnya, dapat memicu ketidakpastian ekonomi global yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap masyarakat.(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Ekspor Kapal Perang Berlanjut, PT PAL Luncurkan Landing Dock-603 untuk Filipina

  INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia kembali memperkuat kiprahnya di pasar ekspor dengan meluncurkan Future…

8 jam ago

Suparma Absen Bagikan Dividen Tunai, Pilih Tebar Dividen Saham demi Perkuat Ekspansi

INVESTORJATIM.COM – PT Suparma Tbk. memutuskan tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat…

15 jam ago

Penuhi Kebutuhan Konten Kreator Lenovo Hadirkan Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition. Simak

INVESTORJATIM.COM- Seorang kreator konten di era digital saat ini menuntut kecepatan dan kualitas visual yang…

18 jam ago

Dorong Inklusi Keuangan Digital, BRI Libatkan Mahasiswa Jadi Duta BRImo

INVESTORJATIM.COM – Transformasi digital di sektor perbankan tak lagi hanya menyasar nasabah, tetapi juga menggandeng…

1 hari ago

Laba MDKA Meledak! Merdeka Copper Gold Raup Untung US$120 Juta, Harga Emas dan Nikel Jadi Mesin Penggerak

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengawali 2026 dengan kinerja yang melesat. Emiten…

2 hari ago

EMAS Tancap Gas! Produksi Perdana Tambang Pani Jadi Titik Balik, Bidik 115.000 Ounce Emas pada 2026

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memasuki babak baru sebagai produsen emas…

2 hari ago